Uang Panaik Tak Sanggup, Pelaku Tega Mengabisi Nyawa Kekasih Lalu Menidurinya

  • Whatsapp
Ilustrasi

Kartumerahnews.com – Misteri pembunuhan Sitti Umrah (31) yang ditemukan tewas di ruko miliknya di pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kini Polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 1×24 jam

Amiruddin alias Singking (42) merupakan pacar korban sebagai pelaku pembunuhan sadis itu.

Pelaku di tanggkap 2 jam usai peristiwa pembunuhan itu di Jalan Racita Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo dalam pers confrence mengatakan ke awak media, pelaku diamankan 2 jam usah pembunuhan itu

“pelaku amir (42) yang berprofesi buru bangunan merupakan warga kelurahan tala kecamatan ma’rang kab pangkep dan korban seorang wanita berinisial st. Urh (31) wiraswasta warga desa pitue kec ma’rang kab pangkep.

Berawal dari Tim Inafis (Indonesian Automatic Fingger Print Investigation System) Polda SulSel, melakukan olah TKP di tempat terjadinya pembunuhan

Dari hasil olah TKP tersebut di ketahui identitas korban dan tersangka melalui alat Inafis Portable System.

Selanjutnya, hasil olah TKP tersebut di koordinasikan dengan tim Opsnal Unit Resmob Polda SulSel dan Polres Pangkep untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudia polisi berhasil mengamankan tersangka tersebut di tempat kerjanya di Jalan Racita Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep, ujar Ibrahim Aji.

Visum et Repertum (VeR) atau keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter forensik Polda SulSel pada korban meninggal, terdapat luka di sekujur tubuhnya dan luka di bukaan tengah miss V dan Anus selaput dara tidak utuh lagi.

“Barang bukti yang disita yaitu, sebilah badik, 1 (Satu) handphone lipat warna putih, 1 (Satu) dompet cokelat, sepasang sendal hitam, 1 (Satu) lembar baju cokelat, selembar celana puntung hitam milik pelaku.

Selembar daster putih, 2 (Dua) lembar baju, selembar sarung batik korban yang digunakan untuk menutupi mayat korban), 1 (Satu) lembar celana dalam biru korban, 1 (Satu) lembar leging pendek hitam korban (Sor)

Selembar baju dalam (BH) biru milik korban, 123 (Seratus Dua Puluh Tiga) bungkus rokok dari berbagai merek, dan cairan sperma pelaku yang di temukan pada kemaluan korban, ujar Ibrahim Tompo.

Motif tersangka hingga tega melakukan pembunuhan karena merasa kecewa dengan korban disebabkan karena lamaran tersangka di tolak oleh korban beserta keluarganya, mahar yang diminta (Uang Panaik, Makassar) tidak bisa di penuhi oleh tersangka.

“Tersangka Amr (42) marah ketika menagih utang kepada korban sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah), namun tidak di berikan oleh korban, yang di mana uang tersebut rencananya akan di gunakan oleh tersangka untuk biaya berangkat ke Kota Pare-pare.

“Tersangka juga marah karena cemburu dengan korban karena telah memiliki pacar selain dirinya, akhirnya diajaklah korban untuk berhubungan intim namun ditolak, sehingga berakibat cekcok mulut dan tersangka gelap mata lalu membunuh korban St. Urh (31).

Tersangka memperkosa dalam keadaan korban yang melakukan perlawanan, sehingga tersangka menusuk korban 1 (Satu) kali pada leher dengan menggunakan sebilah badik yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh tersangka, sehingga korban sudah tidak berdaya dan meninggal dunia.

“Selanjutnya tersangka kembali menyetubuhi korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dan menumpahkan spermanya di dalam alat kelamin korban”, Ucap Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Amr (42) yang tengah panik dan takut setelah membunuh St. Urh (31), sehingga menutupi mayat korbannya tersebut dengan menggunakan baju dan sarung milik korban, lalu tersangka melarikan diri ke rumahnya.

“Untuk tersangka di kenakan pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 285 KUHP, dengan ancaman Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup/Penjara Paling Lama 20 (Dua Puluh) Tahun, tutup Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Didik Agung Widyanarko, SIK, MH.

(MT)

Pos terkait