Todongkan Pistol ke Pengendara, Mengaku Polisi, Jatanras Polrestabes Makassar Ringkus Enam Pelakunya

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Bermodal airsoft gun, enam pria menghentikan pengendara sepeda motor di jalan. Setelah pengendara tersebut berhenti, keenam pria tersebut menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Tak hanya itu, komplotan itu menodongkan airsoft gun kepada korban dan mengaku sebagai anggota polisi. Korban pun ketakutan dan dibawa ke Jalan Inpeksi kanal untuk diinterogasi oleh para tersangka.

Keenam tersangka tersebut, M Rasul (29) warga Jalan Sultan Alauddin, Imran Tahrira (21) warga Jalan Bate Salapang, Rival (24) warga Jalan Landak Baru, Syarul Aldila (32) warga Jalan Tanjung Bunga, dan Aldi Febrian (18) warga Jalan Baji Gau, serta Muh Alsabani Chair (19) warga Jalan Bate Salapang, diringkus personel Jatanras Polrestabes Makassar, Senin dini hari (5/4/2021).

Kasubnit II Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar, Ipda Nasrullah, mengatakan, keenam tersangka melakukan aksinya dengan mengaku sebagai anggota Polri. “Tersangka membawa korbannya untuk diinterogasi dan mengambil motor dan nomor WhatsApp korbannya.

“Tersangka menyuruh korban pulang jalan kaki. Keesokan harinya pelaku meminta tebusan sejumlah uang sebesar Rp800 ribu sebagai jaminan untuk mengembalikan motor korban,” jelasnya.

Ipda Nasrullah, menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan anggota Jatanras Polrestabes Makassar diduga salah seorang tersangka berada di Jalan Veteran. Atas perintah Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Eka Bayu Budhiawan, kami pun menuju ke lokasi tersebut dan berhasil mengamankan Rasul.

“Pengembangan pun dilakukan dan mendapatkan informasi bahwa pelaku lainnya berada di Jalan Sungai Cerekang, kami pun langsung menuju ke lokasi tersebut dan berhasil mengamankan Syahrul, Rival Imran, Muh Alsabani Chair, dan Aldi Febrian di Jalan Veteran,” bebernya.

Dari kasus ini, beber Ipda Nasrullah, pihaknya mengamankan lima kendaraan sepeda motor, tujuh ponsel, dan masing-masing satu airsoft gun dan pistol mainan, serta dua bilah badik dari para tersangka.

Di hadapan polisi, komplotan polisi gadungan itu mengakui telah melakukan pemerasan dengan modus mengaku sebagai anggota Polri. Tak hanya melakukan pemerasan, mereka pun pernah melakukan penggerebekan di salah satu hotel di Makassar.

Pos terkait