Terduga Teroris di Makassar Didominasi Kaum Milenial

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Detasemen Anti Teror terus melakukan pengejaran terhadap jaringan teroris yang melakukan bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar. Sejauh ini, jumlah terduga teroris yang diamankan sampai saat ini sudah 43 orang.

“Kemarin ada lagi penangkapan 7 orang, disekitar wilayah Makassar. Jadi total sudah ada 43 orang,”  kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E.Zulpan, Rabu (28/4).

Namun, Zulpan–sapaan akrabnya, mengaku belum bisa merinci mengenai identitas dan peran para pelaku yang ditangkap. Ia mengatakan penangkapan itu dilakukan tentu mempunyai keterkaitan dengan kejadian Bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar.

“Tentu pasti ada kaitannya, hanya saja kami belum bisa merincikan, termasuk beberapa barang bukti yang disita belum bisa kita rilis,” katanya.

Zulpan mengatakan dari 43 orang yang diamankan itu 3 diantaranya merupakan perempuan, sedangkan sisanya semua adalah laki-laki.
Banyaknya penangkapan terduga teroris ini pun diakuinya cukup membuatnya prihatin. Apalagi dalam penangkapan itu Zulpan tidak membantah bila didominasi oleh kaum milenial.

“Banyak (milenial), kalau dipersentase saya belum bisa sampaikan tapi sebagian besar kelahiran tahun ’90-an, bahkan ada kelahiran tahun 2000,” tutupnya.

Dalam rentetan penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 ini, diketahui salah seorang terduga pelaku berinisial MT, terpaksa ditembak mati oleh petugas karena melawan saat diamankan.

MT sendiri merupakan salah satu terduga teroris yang diduga ikut berperan dalam kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Ia juga merupakan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) perumahan Villa Mutiara yang beberapa anggotanya sudah diamankan oleh tim Densus 88 beberapa waktu lalu dan  merupakan eks terpidana teroris yang dihukum 3 tahun penjara dan bebas 2016 dari rutan Makassar. 

Sumber: RakyatSulsel

Pos terkait