Terdakwa ungkap rekayasa pailit PT Gusher

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Dimas Abimanyu, terdakwa pemalsuan surat kuasa dalam perkara mempailitkan PT Gusher Tarakan mengungkap, bahwa dirinya diperintah oleh pengacara Fahrul Siregar (DPO) untuk memberikan keterangan di pengadilan.

Dimas mengungkapkan, bahwa dirinya belum disumpah sebagai Advokat, dan masih berstatus magang pengacara di kantor Fahrul Siregar & Rekan. Fahrul juga yang memerintahnya mempergunakan surat kuasa palsu tersebut di pengadilan.

Bacaan Lainnya

“Saya hanya calon advokat magang, saya belum disumpah. Saya hanya menerima perintah saja dari bos (Fahrul Siregar),” ungkap terdakwa Dimas dalam sidang secara virtual yang digelar Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/08/2021).

Mendengar pengakuan Dimas, Ketua Majelis Hakim Martin Ginting langsung mencecar beberapa pertanyaan dan menyoal legalitas terdakwa.

“Kalau belum disumpah, bagimana bisa saudara mengajukan gugatan kepailitan ke pengadilan. Menerima kuasa itu harus ketemu dengan pemberi kuasa,” tegas Martin Ginting.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa Dimas menerangkan tidak pernah mengenal ataupun bertemu Leny, pelapor sekaligus saksi korban yang tanda tangannya dipalsukan dalam surat kuasa dan dijadikan kreditur fiktif dalam perkara PKPU/Pailit PT Gusher.

“Saya tidak pernah bertemu Leny. Saya hanya sidang sekali, kemudian saya tidak pernah diajak lagi, dan tidak tahu menahu perkembangan selanjutnya,” ungkap Dimas polos.

Di kesempatan yang sama, kuasa hukum Leny, Mohammad Hasan yang turut dihadirkan sebagai saksi dalam perkara ini menjelaskan, bahwa Leny telah meninggal dunia, tepatnya tanggal 10 Mei 2021 lalu.

Sewaktu Leny masih hidup, almarhum kata Hasan, sempat mengalami shock karena namanya dicatut dan dimanfaatkan untuk merugikan pihak lain.

“Yang jelas sangat shock. Kenapa tanda tangan saya (Leny) dipalsu dengan orang yang saya tidak kenal,” kata Hasan menirukan perkataan Leny sewaktu hidup.

Terungkap dalam persidangan sebelumnya, Terdakwa Dimas Abimanyu adalah calon Advokat yang magang di Kantor Hukum Siregar & Rekan, Jalan Nusantara Raya No. 205 RT. 04 RW. 09 Kelurahan Beji, Depok Utara.

Dimas bersama dengan Fahrul Siregar (DPO), menggunakan kuasa palsu untuk mempailitkan PT Gusher Tarakan.

Ia bertindak seolah-olah mendapat kuasa dari Leny, warga Tarakan, Kalimantan Utara. Padahal Leny bukanlah kreditur PT Gusher.

Mengetahui namanya dijadikan sebagai Kreditur Fiktif dalam perkara PKPU/Pailit, Leny kemudian melaporkan Fahrul dan Dimas pada polisi.

Selain itu, Leny juga tidak dapat memanfaatkan ruang usahanya yang berada di Grand Tarakan Mall (GTM), disebabkan PT Gusher selaku pengelola GTM dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya, hal itu ditengarai akibat ulahnya para terdakwa.

Sebelum melarikan diri, Fahrul sudah tiga kali memenuhi panggilan penyidik Polrestabes Surabaya untuk diperiksa (BAP). Namun, setelah ditetapkan tersangka pada 21 September 2020, Fahrul tidak diketahui keberadaannya.

Sebelum melarikan diri, Fahrul mengakui didalam BAP, bahwa ia mendapat surat kuasa palsu itu dari Kurator Tafrizal Hasan Gewang. Belakangan diketahui, Hasan Gewang merupakan kurator yang menangani boedel pailit-nya PT Gusher.@rofik

 

Pos terkait