Terbitkan SE, Wali Kota Surabaya terapkan pembayaran parkir non-tunai

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penggunaan pembayaran non tunai untuk layanan parkir oleh orang atau badan usaha swasta.

SE bernomor 645.2/8254436.7.14/2021 yang ditandatangani pada Kamis 15 Juli 2021 tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2018, SE Wali Kota Surabaya nomor 360/3324/436.8.4/2020, dan SE Wali Kota Surabaya nomor dan 443/7787/436.8.4/2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Surabaya, serta Program Gerakan Nasional Non-Tunai oleh Bank Indonesia.

Bacaan Lainnya

Terdapat dua poin utama dalam SE penerapan pembayaran layanan Parkir Non Tunai tersebut. Pertama terkait imbauan terhadap petugas parkir untuk dapat menghindari penggunaan pelut.

Kedua terkait imbauan bagi penyedia parkir berbayar untuk menerapkan pembayaran non tunai atau elektronik.

Terkait imbauan petugas parkir menghindari penggunaan peluit, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad, adalah sebagai salah satu bentuk pengetatan dalam penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Karena saat menggunakan peluit petugas parkir akan sering menurunkan maskernya saat meniup peluit. Sehingga peluit perlu diganti dengan alat bantu lain seperti bendera.

“Kadang-kadang kan mereka menggunakan peluit ya, jadi harus membuka masker, makanya peluit akan diganti dengan alat bantu bisa berupa bendera,” jelas Irvan.

Sementara terkait penerapan pembayaran parkir non tunai sendiri menurut Irvan adalah instruksi dari Eri. Eri menginginkan agar seluruh mal, apartemen, hotel, tempat wisata, BUMN, maupun BUMD untuk menggunakan pembayaran non tunai dalam pembayaran parkirnya. Pembayaran parkir dapat menggunakan QRIS atau QR Code yang terhubung dengan Bank ataupun Penyedia layanan dompet digital.

“Kemudian terkait dengan sistem pembayaran, jadi pak wali mengimbau sebisa mungkin menggunakan non tunai apakah itu di mal-mal, di apartemen, kemudian di hotel, tempat wisata, BUMN, maupun BUMD,” paparnya.@Budi

 

SE Wali Kota Surabaya terkait parkir non-tunai:

 

Pos terkait