Tanggapi Demo Buruh PT Siantar Top Makassar, Ini Jawaban Direksi

  • Whatsapp
Aksi demo buruh di Makassar

Kartumerahnews.com, Makassar – Unjuk rasa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional di PT Siantar Top Tbk cabang Makassar, Jalan Ir.Sutami No.15A yang berlangsung sejak 6 Januari 2020 sampai hari ini, Kamis (9/1/2020) belum menunjukkan tanda-tanda berakhir

Unjuk rasa ini dipicu oleh ketidakpuasan karyawan terhadap keputusan mutasi karyawan pabrik cabang ke pabrik induk yang berada di Sidoarjo Jawa Timur karena alasan kinerja pabrik cabang yang berujung kepada penghentian operasional produksi di pabrik cabang Makassar.

Sejumlah puluhan orang karyawan tampak berunjuk rasa membentangkan spanduk bereaksi atas keputusan manajemen perusahaan makanan dan minuman ini.

Ashari, Ketua PSP SPN PT. Siantar Top Tbk menjelaskan bahwa perundingan Bipartit yang dilakukan sudah tidak membuahkan hasil yang memuaskan serikat.

“Sudah Bipartit namun hasilnya tidak memuaskan, lalu kami bersurat kepada Disnaker perihal masalah ini untuk bisa melakukan perundingan Tripartit dan terkait penutupan pabrik kami meminta agar hak-hak pekerja dibayarkan sesuai UU No.13/2003,”ujarnya.

Sementara itu, perwakilan perusahaan Kukuh Wahono selaku kuasa direksi PT.Siantar Top Tbk memberikan klarifikasinya atas permasalahan yang ada.

Menurut Kukuh perusahaan sudah melakukan upaya-upaya dan langkah yang prosedural sesuai peraturan perundang undangan dalam menyelesaikan masalah ini.

Menurutnya kondisi kinerja perusahaan cabang Makassar selama 3 tahun terakhir berada dalam kondisi yang tidak sehat.

Sehingga demi terus menjaga komitmennya dalam menghasilkan produk makanan yang berkualitas maka perusahaan mengambil langkah menutup pabrik cabang Makasar.

“Jika kinerja pabrik tidak sehat seperti ini maka tentunya kami dihadapkan pada keputusan-keputusan yang sulit dan pada akhirnya setelah berbagai upaya yang dilakukan kami memutuskan tidak lagi bisa menjalankan aktivitas dengan standard produksi yang optimal akibat tekanan biaya operasional yang ada.

“Demi menjaga agar perusahaan tetap dapat menghasilkan produk dengan kualitas atau mutu yang prima maka keputusan penutupan pabrik cabang dan memutasi semua karyawan ke pabrik induk yang ada di Sidoarjo merupakan keputusan yang terbaik diantara pilihan yang lain,” ujarnya.    

Langkah langkah penutupan pabrik pun menurut Kukuh sudah dilakukan pihak perusahaan sesuai perundang-undangan di pasal 148 UU  No.13/2003 dan tidak melanggar pasal 146 UU No.13/2003.

“Kami sebelumnya sudah memberitahukan secara tertulis berisi waktu dan alasan serta sebab-sebab penutupan kepada pekerja, serikat dan instansi terkait sejak 23 Desember 2019.” tuturnya

“Kami juga telah melakukan 3 kali pemanggilan kepada karyawan untuk proses mutasi ke Sidoarjo, yakni pada 24, 26 dan 30 Desember 2019,” lanjutnya.

Terkait dengan keputusan memutasi seluruh karyawan perusahaan ke pabrik induk di Sidoarjo, Kukuh mengatakan hal ini dilakukan agar karyawan tetap memiliki pekerjaan dan perusahaan punya itikad baik serta tanggung jawab terhadap hajat hidup karyawan.

“Mutasi karyawan kami lakukan sesuai dengan ketentuan perundang undangan pasal 32 UU 13/2003, dimana dilakukan dengan asas terbuka, bebas, obyektif, adil dan setara” bebernya

“Kami juga akan menempatkan karyawan pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian dan kemampuan mereka, dimana juga dibutuhkan di pabrik induk kami di Sidoarjo,” jelasnya

Kukuh juga menjelaskan bahwa perusahaan siap menyesuaikan upah UMK sesuai standard di Sidoarjo serta menanggung biaya transportasi dan akomodasi selama proses mutasi karyawannya.   

“Pengeluaran biaya transportasi dan akomodasi selama proses mutasi akan kami tanggung sedangkan upah akan kami sesuaikan.” ucapnya

“Besaran normatif UMK tahun 2020 di Makassar sebesar 3.103.800 rupiah akan kami sesuaikan menjadi sebesar 4.193.581 rupiah sesuai standard normatif UMK di Sidoarjo” kata dia lagi

“Kami juga tidak ingin mengurangi hak-hak karyawan dan justru ingin mereka bisa lebih sejahtera lagi serta bisa meringankan beban biaya saat mereka akan dimutasi,” jelasnya.

Lebih jauh Kukuh juga menyampaikan bahwa iklim kerja di pabrik induk Siantar Top di Sidoarjo juga akan lebih baik dibandingkan pabrik cabang Makassar.

“Saya ingin meyakinkan kepada karyawan yang akan dimutasi bahwa pabrik induk di Sidoarjo sudah siap menerima kontribusi mereka.” ungkapnya

“Dengan sistem manajemen yang baik dan memberikan kesempatan berkarir yang lebih besar buat karyawan, biaya hidup juga lebih terjangkau tentunya hal ini tidak membuat karyawan menjadi ragu akan masa depannya saat dimutasi nanti,” kata Kukuh mengakhiri

(Darwis)

Pos terkait