Tak Logis, Izin Usaha Dicabut, Alaska Nilai DPM-PTSP Makassar Plin-plan

  • Whatsapp
Toko Alasaka

Kartumerahnews.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar dinilai plin-plan soal menerbitkan dan mencabut izin usaha

Pencabutan izin usaha ini sangat merugikan dan disesalkan oleh PT. Alaska Mandiri Cemerlang, Jalan Pengayoman Makassar

 “Ini tidak logis, izin keluar tanggal 21, kenapa dicabut pada tanggal 23. Izin itu satu kali keluar serta kami mengurus sesuai prosedur pemerintah” kata pihak perwakilan Alaska, David, Jumat (24/4/2020)

David mengatakan, pencabutan izin yang dianggap tidak sesuai prosedur, pihak Alaska membantah dan menyatakan bahwa proses perizinan yang dilakukannya itu sesuai prosedur.

“Kami dari pihak Alaska merasa tidak terima, mengingat berkas persyaratan diterima secara online dan kalau ada berkas yang tidak sesuai maka akan tertolak secara otomatis oleh sistem” jelasnya

Dia menjelaskan, bahwa persyaratan Alaska lengkap, semua syarat terpenuhi, bukti izinya keluar.

“Makanya kami bingung ketika dikatakan tidak sesuai prosedur,” kata dia

David memberi contoh, seperti pendaftaran PNS, yang mendaftarkan berkas secara online kalau tidak sesuai maka pendaftarnya tidak bisa menerima kartu bukti registrasi.

“Justru bisa keluar izin dan ditandatangani pasti sudah lihat akta yang di approve oleh notaris secara online baru dia berani tanda tangan karena dia harus cocokkan secara online baru bisa ditanda tangani,” terangnya

“Seharusnya kalau sudah keluar tanggal 21 April 2020, ada makanan dan minuman tidak perlu dicabut karena tidak logis dikeluarkan tanggal 21 dan dicabut tanggal 23. Sehingga inilah yang menimbulkan kerugian besar Alaska” keluhnya

Meski memiliki izin dari Pemerintah Pusat (Kementerian Perdagangan) dan Pemkot Makassar, toko Alaska tetap mengikuti aturan PSBB disaat wabah pandemi Covid-19 ini

“Kami mempergunakan izin ini dengan baik dan sebagaimana mestinya begitu juga izin yang terbit dari pemerintah pusat dalam hal ini OSS,” kata dia

“Kami, Alaska yang memiliki izin menjual apa saja dan kami masih melihat situasi dan kondisi ke depan untuk melakukan aktivitas di toko kami” bebernya

Dikonfrimasi Kepala DPM-PTSP, Andi Bukti Djufri melalui media ini mengatakan, dimana sebelumnya Izin usaha perdagangan besar milik toko Alaska dicabut pada 23 April 2020 lantaran dianggap cacat prosedur.

Setelah pihaknya mengecak, ternyata adanya kesalahan teknis di internal DPM-PTSP kota Makassar. Kesalahan tersebut lantaran proses pendaftaran pengajuan perpanjangan izin Toko Alaska dilakukan melalui online, sehingga, pihaknya merasa kecolongan.

Toko Alaska telah mendapat izin menambah jenis usaha menjadi perdagangan besar makanan dan minuman.

Padahal, sebelumnya toko Alaska hanya menjual khusus furniture, peralatan listrik, peralatan rumah tangga lainnya serta barang elektronik.

“Kemarin dia perpanjang karena sudah mati. Tetapi kecolongan teman-teman, ternyata dia tambah bidang usahanya, makanan dan minuman,” kata Andi Bukti

(Ramos)

Pos terkait