Soal Penangkapan Sabu-sabu di Bone, Granat: Ada yang Ganjil dari Keterangan BNN

kartumerahnews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap sindikat narkoba yang diamankan di Pelabuhan Bajoe. Namun bagi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel menilai ada yang ganjil daei keterangan yang disampaikan ke publik.

Dalam keterangan BNN bersama Bea Cukai mengamankan dua orang anggota jaringan sindikat narkoba berinisial AL dan JA yang menyelundupkan sabu seberat 95,6 Kg dengan menggunakan kapal pada 14 April 2021.

Keduanya membawa sabu tersebut dari Kalimantan menuju Sulawesi. Berdasarkan keterangan tersangka, sabu tersebut akan diserahkan kepada HJA dan MA di Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 18 April 2021.

Usai serah terima sabu itu dilakukan, HJA dan MA yang mengendarai mobil pikap melaju kencang bahkan menabrak mobil petugas saat berusaha menghadang untuk melakukan pemeriksaan.

Namun setelah menabrak sebuah mobil, kedua tersangka melarikan diri dan diberikan tindakan tegas dan terukur. Dalam situasi tersebut, satu tersangka berinisial HJA dinyatakan tewas saat dibawa ke RS untuk dilakukan bantuan medis. Sementara itu tiga tersangka lainnya dibawa ke BNN RI untuk dimintai keterangan.

Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel, Jamil Misbach menuturkan, ini barang katanya dari Kalimantan. Kalimantan mana itu, terus rutenya dimana?

“Biasanya rute Kalimantan, kalau bukan Makassar pasti Parepare. Dari Parepare ke Bajoe baru ke Kolaka. Nda mungkin kalau langsung ke Bajoe. Nda masuk di akal,” sebutnya Jumat (23/4/2021).

Kata dia, Granat meminta kepada BNN untuk transparan kepada publik. Dimana awalnya barang itu, produsennya siapa dari kota mana, dan pemesannya siapa. “Ada yang ganjil dari keterangan BNN ini. Apa ada yang ditutup-tutupi?” Heran Jamil.

Ketua DPC Peradi Makassar itu menambahkan, BNN harus menjelaskan secara detil. Jangan sampai rakyat berpikiran macam-macam. “Kita berharap transparansi ini untuk penguatan kelembagaan BNN itu sendiri. Ini persoalan kepercayaan masyarakat kepada BNN. Jangan sampai rakyat berpikir macam-macam,” tegasnya

Sementara Ketua Granat Makassar, Habibi menjelaskan, Adanya tiga pelaku yang diamankan oleh BNN harus dilakukan pengembangan sampai ke akar-akarnya dari mana dan siapa saja yang terlibat membantu penyelundupan sabu tersebut.

“Karena jangan sampai ada pihak-pihak lain yang membantu menyelundupkan barang haram tersebut, karena saya menduga penyelundupan sabu seberat 95,06 kg bisa jadi tersturktur, dan harus kita akui para pemegang otoritas di negara kita ini sudah kecolongan,” ucapnya.

Pos terkait