Setelah 13 Tahun, Makassar Bisa Kirim Lagi Pekerja Magang ke Jepang

  • Whatsapp
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar akhirnya kembali mendapat kesempatan untuk mengirim tenaga kerja magang ke Jepang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI usai bertemu dengan CEO International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), MR Kyoei Yanagisawa, di Rujab Wakil Wali Kota Makassar, Senin (12/3/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical mengatakan, selama tiga belas tahun terahir Makassar tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengirim pekerja magang ke Jepang.

Baca: Diduga Tipu 400 Jamaah, Pemilik Travel PT Shafamarwah Mulia Utama Diamankan Polisi

“Alhamdulillah hari ini Makassar kembali diberi kesempatan untuk menyalurkan pekerja magang, apalagi dibawa langsung oleh Dirjen penyaluran tenaga kerja, Bambang Satrio, sehingga ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat Kota Makassar untuk menimbah ilmu, pengalaman, dan keterampilan terutama etos kerja di Jepang,” Kata Deng Ical sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, mereka yang akan di berangkat ke Jepang nanti bukan berstatus TKI tetapi peserta magang, sehingga kata dia, orientasi belajarnya itu jauh lebih besar porsinya dibandingkan dengan ketenagakerjannya.

Baca: Polda Sulsel Rilis Penyebar Konten Hoax di Grup Facebook Pilkada Sidrap

“Tapi yang unik adalah standar gaji yang mereka dapatkan itu tidak lebih di bawah dari TKI. Dalam setahun itu mereka bisa dapat 100 ribu Yen, berarti setahun itu bisa dapat kurang lebih Rp700 juta dan ekuivalen dalam sebulan itu Rl55 juta mereka bisa dapatkan,” tuturnya.

Lanjut dia, untuk menjadi peserta magang di Jepang harus melalui proses assestmen yang ketat.

“Selain fasih berbahasa Jepang dan tiga bahasa lainnya, mereka juga harus menguasai keterampilan-keterampilan teknis dan itu yang akan di-back up oleh Pemerintah Kota Makassar,” katanya lagi.

Baca: Akhir Pekan Ini, PSM Launching Skuat 2018

Dia menambahkan, sebelum berangkat mereka sudah diingatkan untuk tidak lari dari program magang, karena sebelum-sebelumnya itu banyak yang keluar akibat persoalan teknis.

Terkait persoalan keamanan selama bekerja di Jepang, Deng Ical mengaku pihak IM Jepang akan menjamin keselamatan pekerja selama di sana, apalagi program tersebut resmi dari Pemerintah Jepang.

“Makanya dia itu nanti akan melapor ke Konjen, sehingga jaminan keselamatan dan hubungan bilateral itu tidak akan terganggu. Tapi pihaknya juga meminta jaminan balik bila peserta yang dikirim itu harus betul-betul kapabel dan memiliki karkter yang pas,” jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Setelah 13 Tahun, Makassar Bisa Kirim Lagi Pekerja Magang ke Jepang, http://makassar.tribunnews.com/2018/03/13/setelah-13-tahun-makassar-bisa-kirim-lagi-pekerja-magang-ke-jepang.
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.