Satgas Raika Makassar Amankan 5 Pemuda Mabuk di Panaikang

kartumerahnews.com – Satuan Tugas Pengurai Kerumunan (Satgas Raika), mengamankan 5 pemuda mabuk di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Senin (10/5/2021) pukul 00.15 Wita.

Kelimanya langsung digiring ke Polsek Panakukang, lantaran dinilai mengganggu penertiban protokol kesehatan.

Kepala Satgas Raika Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, kejadian tersebut di daerah Panaikang.

“Sampingnya pekuburan Kristen, Panikang. Mereka kemungkinan besar mabuk dan mengganggu ketentraman di situ,” ujar Iman.

Saat petugas Satgas Raika melakukan penertiban, 5 orang tersebut berusaha menghalang-halangi penertiban.

“Mereka berteriak-terik saat ada petugas disitu, namanya orang mabuk pasti orang tidak nyaman, apalagi dia ramai-ramai,” jelasnya.

Namun, saat ini pihaknya belum bisa mengungkap identitas ke 5 pemuda tersebut. Karena pihak kepolisian masih melakukan BAP.

Lebih lanjut, berdasarkan penelusuran Satgas Raika, Iman melihat ada banyak pelanggaran di area Perintis Kemerdekaan.

“Banyak sekali pelanggaran, mulai dari Sop Saudara, Coto Paraikatte, hingga kafe-kafe hampir semua melanggar jam operasional,” katanya

Selain itu, tim Satgas Raika juga menyita minuman keras (miras) di RM Mekar 68, di Jl Nusantara, Kecamatan Wajo.

“Kami mengamankan bir Guinness 5 Botol, Bir Anker 13 Botol, Bir Bintang 1 Botol, dan sebanyak 53 orang di dapati tdk memakai masker,” tutupnya.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 17 Mei mendatang.

Hal itu tertuang dalam surat edaran nomor :443.01/190/ S.Edar/Kesbangpol/V/2021, tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Covid-19 di Kota Makassar.

Ada beberapa poin yang diatur dalam surat edaran ini, di antaranya, 

1. Wajib menerapkan protokol kesehatan di seluruh tempat keramaian secara lebih ketat.

2.Fasilitas Umum, Cafe, Restoran dan Rumah Makan, Warkop, dan Game Center, diizinkan sampai pukul 22.00 Wita mulai Tanggal 4 Mei 2021 sampai Tanggal 17 Mei 2021.

3. Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 21.00.

4. Untuk menghormati Bulan Suci Ramadhan, maka kegiatan usaha Karaoke, Rumah Bernyanyi Keluarga, Club Malam, Diskotik, Live Music, Pijat/ Refleksi, dan semacamnya termasuk sarana penunjang Tempat Hiburan yang ada di Hotel ditutup mulai pada Tanggal 13 April – 17 Mei 2021 Pukul 07.00 Wita.

5. Pelaksanaan Shalat Tarawih dan Witir di Mesjid dengan pembatasan kapasitas 50%. (lima puluh persen).

6. Untuk mencegah penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka jamaah yang telah menerima vaksinasi COVID 19 dan penyintas dapat melaksanakan ibadah Shalat Tarawih dan Witir di dalam Mesjid dan yang
belum menerima vaksinasi COVID 19, melaksanakan ibadah di halaman Mesjid.

7. Untuk pelaksanaan angka 5 dan 6, pengurus/pengelola Mesjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protocol kesehatan pada
seluruh rangkaian ibadah Shalat Tarawih dan Witir.

8. Sesuai dengan pasal 34 Ayat 2, Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata Khusus Usaha Jasa Makanan dan Minuman (Rumah Makan, Cafe, Restoran) pada saat membuka usahanya pada siang hari, diminta untuk melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga tidak bersifat demonstrative yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.

9. Para Pelaku usaha wajib melaksanakan dan menerapkan Protokol kesehatan kepada para pelanggan atau pengunjung.

10. Para Camat dan Lurah selaku Ketua Satgas dengan berkoordinasi Master Covid kecamatan agar memperketat Protokol Kesehatan, serta melakukan pemetaan terhadap titik-titik potensi keramaian di wilayah masing-masing dengan berkoordinasi pada SATGAS COVID – 19.

11. SATGAS COVID – 19 melaksanakan pemantauan terhadap penerapan disiplin penegakan hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) di Kota Makassar berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

12. Pelanggaran terhadap pengaturan yang dimaksud dalam Surat Edaran ini, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. 

Sumber: Makassar.TribunNews

Pos terkait