Ritual Mandi Kembang, Klien ‘Dicolok’ Dukun Cabul Dicaplok Polisi

Ilustrasi

Kartumerahnews.con – AS (48) Warga Cipayung kota Depok Jawa Barat Harus berurusan dengan polisi

Pasalnya AS Diduga telah melakukan pencabulan terhadap kliennya dengan modus Mandi kembang.

AS di tangkap polisi di kediamannya di Cipayung, Depok, Jawa Barat

Kapolretro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan,kasus ini terbongkar, berawal dari laporan salah satu korban yang sudah mengikuti ritual mandi kembang namun tak ada dampak yang diterima.

“Ketika korban datang ke rumah pelaku dengan keyakinan bahwa pelaku memiliki ilmu batin dari leluhur. 

Keyakinan itu yang membawa korban rela menjalani mandi kembang yang ternyata merupakan tindakan asusila.

Setelah ritual dijalankan namun korban tidak merasakan dampak apapun.

Kemudian korban menyadari bahwa AS telah melakukan tindakan yang tak senonoh. 

“AS diduga mencabuli beberapa klien perempuan yang datang ke tempatnya untuk mengikuti ritual mandi kembang yang ia buka.

“Memang perkaranya biasa saja tapi modus operandinya aneh sedikit.

“Pencabulan menggunakan operandi mandi kembang, membujuk para korban seakan-akan dia memiliki kemampuan menyucikan para korban,” ungkap Azis kepada Awak media 25/6/2020

“Tapi ketika mandi kembang itu, korban yang kebanyakan adalah perempuan, ditawarkan buka baju.

Dari hasil pemeriksaan sementara, praktik ini telah dilakukan oleh AS sejak Februari 2019 silam.

Azis menyebutkan bahwa AS mengaku memperoleh kemampuan “menyucikan diri” beserta iming-iming lainnya.

Saat ritus mandi kembang itu dihelat, AS disebut tidak hanya menawarkan kliennya untuk membuka pakaian, melainkan juga menjamah bagian vital mereka.

“Pada saat buka baju, kliennya dijamah, bahkan diperlakukan tidak wajar di bagian intimnya,” Kata Azis.

“Sampai sekarang belum ada data korban yang pernah disetubuhi, tapi kita akan perdalam lagi penyelidikan. Kemungkinam para korban masih merasa malu,” kata. Azis

Para korban akhirnya melaporkan AS ke polisi sebab seluruh ritual tersebut tak membawa efek apa pun kepada mereka.

Para korban menduga, ritual mandi kembang itu hanya akal akalan dari AS untuk melakukan pelecehan seksual terhadap kliennya.

Sementara Kepada Awak media, AS menyatakan pembelaan. AS mengaku tak memaksa para korbannya.

“Dia punya keyakinan sendiri, dia datang minta tolong ke saya, ya sudah saya ritualkan.

Di situ kan tidak ada paksaan. Karena sudah keyakinan dia, ya harus mandi,” kata AS.

“Mungkin karena kita mintanya ke Maha Kuasa.

Jadi karena enggak diijabah merasa ada kekecewaan, mengungkit balik saya mengatakan dia mandi disuruh. Ujarnya As

Saat ini, AS ditahan di sel tahanan Mapolres Metro Depok.

“Itu kemungkinan masih ada korban yang lainnya. Seluruhnya orang dewasa,” ujar Azis.

“Kami tangkap, kami duga melanggar Pasal 288 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” tutup Kapolresta Metro Depok

(Sin/Kom)

Related posts