Rini Hadriyani Meradang, Dirugikan Akibat Ulah Dokter Gadungan di Bone

  • Whatsapp
Rini Hadryani

Kartumerahnews.com – Rini Hadriyani (32) menepis tuduhan sebagai asisten dokter gadungan kecantikan, Amyza Tomme (36).

Bahkan dia juga menampik atas pemberitaan beberapa media sebelumnya, yang disebutkan dirinya masuk dalam DPO Polres Bone

Kejadian itu kata Rini membuat dirinya menderita batin dan psikis, serta mengalami kerugian materil yang tidak sedikit jumlahnya.

Rini mengakui bahwa dirinya pernah ditahan oleh Polres Bone selama 21 hari, tetapi itu bukan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)

Penahanan itu kata Rini, status hukumnya juga tidak jelas

“Status DPO ini saya anggap tuduhan dan fitnah yang kejam. Karena keberadaan saya jelas” kata Rini Hadriyani melalui keterangan tertulisnya yang diterima oleh media ini, Kamis (2/4/2020)  

Rini berujar, bahwa dirinya sekarang menempuh pendidikan program Magister di Sydney Australia, melalui ketentuan dan prosedural yang berlaku

“Keberadaan saya sangat jelas, saya juga aktif di media sosial, bahkan sampai saat ini saya masih tetap berkoordinasi dengan penyidik Polda,” pungkasnya

Dijelaskan lebih jauh, bahwa tuduhan yang dialamatkan sebagai asisten dokter gadungan kecantikan, Amyza Tomme, tidaklah benar

 “Informasi yang tersebar luas di media selama ini, atas keterlibatan saya, itu tidak sepenuhnya benar” katanya

Dia menjelaskan, dugaan sebagai asisten Amyza Tomme adalah tidak benar, menurutnya Amyza hanyalah teman bukan rekan bisnis

“Ini dapat dibuktikan pada proses hukum yang bergulir di Polda Sulsel” terangnya

Adapun status dirinya di Polda Sulsel, kata Rini hanya sebagai saksi, bukan tersangka, apalagi dianggap sebagai asisten Amyza Tomme.

“Sama sekali tidak ada keterlibatan saya atas praktik kecantikan Amyza sebagai dokter gadungan”  jelasnya.

Wanita kelahiran Watampone ini menambahkan, bahwa sejak awal pertama bertemu dengan Amyza pada tahun 2017 di Malaysia

Dia pernah mendapat layanan jasa kecantikan dari Amyza dan membayar berdasarkan tarif yang ditentukan.

Pada tahun 2018, katanya, dihubungi kembali oleh Amyza melalui sambungan telepon

Dia menyebutkan, bahwa ia hendak ke Makassar dan menyampaikan niatnya ingin bertemu secara langsung.

“Karena saya merasa dia sebagai tamu atau teman maka saya menjemput Amyza di Makassar dan menyiapkan fasilitas penginapan di Makassar dengan menggunakan dana pribadi saya,” beber Rini.

Beberapa hari kemudian, lanjut Rini menjelaskan, Amyza ingin ke Bone dalam rangka mau mengetahui kondisi daerahnya, maka pihaknya saat itu bersedia menemaninya.

Selang beberapa hari berikutnya, Amyza balik ke Malaysia.

“Namun pada tahun 2019 tanpa sepengetahuanku, Amyza kembali ke Bone guna melakukan praktik kecantikan dengan menggunakan tempat dan fasilitas yang ada di salon saya,” urai wanita berparas cantik ini.

Dari kegiatan yang dilakukan oleh Amyza, kata Rini, dia tidak mendapatkan bayaran atas penggunaan tempat maupun fasilitas usaha salonnya.

“Bahkan kegiatan yang dilakukannya tersebut, nanti saya ketahui setelah dilaporkan oleh karyawan saya, karena saat itu saya berada di cabang usahaku, di Mamuju, Sulbar,” katanya.

(Ril/Darwis)

Pos terkait