Police line belum dibuka Diskotek Triple-X nekat beroperasi dini hari 

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Kapolsek Sawahan AKP A. Rizky Fardian Caropeboka angkat bicara mengenai Diskotek Triple-X yang beroperasi pada dini hari untuk menghindari pantauan petugas. Tempat hiburan malam yang terletak di komplek pertokoan Jl Kedungdoro Surabaya itu juga nekat membuka police line yang telah dipasang Polsek Sawahan.

Segel garis polisi atau police line itu dipasang oleh Polsek Sawahan di Diskotek Triple-X setelah terjadi perkelahian antar pengunjung pada Juni 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Sawahan, AKP A. Rizky Fardian Caropeboka menyatakan, bahwa pihaknya sampai belum pernah membuka police line di Diskotek Triple-X karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

Police line kami pasang pasca terjadinya tawuran sesama pengunjung bulan Juni lalu. Dan sekarang masih dalam penyelidikan,” tegasnya, Rabu (11/08/2021).

Garis polisi digunakan untuk memberikan batasan terhadap suatu area yang tidak boleh dimasuki oleh semua orang, kecuali orang-orang yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan.

Rizky menyampaikan, bahwa pihaknya belum membuka police line sesuai arahan dari pimpinan dalam hal ini Polrestabes Surabaya agar tempat hiburan tersebut terlebih dahulu, mengingat saat masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami sebelumnya sudah ada perintah dari pimpinan agar tidak buka (police line) mengingat masih PPKM. Kalau memang sudah dibuka, berati mereka (Triple-X) sendiri yang melakukan,” katanya.

Disinggung terkait sanksi hukum terhadap managemen Triple-X yang membuka police line, Rizky menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil penangungjawab diskotek dan akan melakukan tindakan tegas.

“Police line itu berstatus qou, jadi siapapun tidak boleh ada yang membuka atau melintas kecuali pihak berwenang. Yang pasti nanti akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumbya, Pasca disegel polisi dan Satpol PP karena melanggar protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 dan terjadi perkelahian pada Juni lalu, Diskotek Triple-X nekat beroperasi pada Rabu (11/08/2021) dini hari tadi.

Diskotek ini diduga sengaja beroperasi pada dini hari untuk menghindari pantauan petugas.

Berdasarkan pengamatan Kartumerahnews.com di lokasi, pihak keamanan setempat meminta para pengunjung untuk langsung masuk ke dalam gedung.

“Mas langsung masuk ya, jangan bergerombol di luar biar tidak terpantau petugas,” kata salah satu petugas keamanan diskotek pada pengunjung yang rata-rata masih anak muda.

Strategi Diskotek Triple-X dalam beroperasi secara diam-diam di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini tampaknya berhasil. Sebab, hingga menjelang bubaran tidak tampak petugas dari kepolisian atau Satpol PP yang datang ke lokasi.

Pada Juni 2021 lalu Diskotek Triple-X harus disegel petugas setelah terjadi perkelahian antar pengunjung.

Perkelahian dua kelompok pengunjung itu dipicu dari lemparan gelas sloki di lantai III Diskotek Triple-X.

Di diskotek yang menyajikan house music dan minuman keras oplosan dengan harga Rp 200 ribu per pitcher ini memang beberapa kali terjadi perkelahian antar pengunjung.

Bahkan bentrok antar pengunjung Diskotek Triple-X pada 24 Agustus 2019 silam sampai mengakibatkan seorang pemuda bernama Arif Rahman alias Gombel tewas.@rofik

 

Pos terkait