Polda Jatim ungkap bisnis oksigen dari tabung pemadam kebakaran

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: NW alias NG (52) karyawan CV Surya Artha Kencana, dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur. Warga Simorejo itu kedapatan memperdagangkan oksigen palsu yang dimasukkan ke dalam tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pengungkapan bermula adanya laporan dari WD yang membeli tabung oksigen ukuran ukuran 1 M3 untuk
orang tuanya yang sedang terpapar Covid-19. Tabung itu dibelinya seharga Rp4 juta pada 27 Juli 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Korban mencurigai tabung palsu yang dibelinya melalui media sosial itu palsu setelah kesehatan orang tuanya malah memburuk saat dipasang oksigen. Korban lantas curiga setelah tahu tabung itu mempunyai warna dasar merah. Apalagi bentuknya sama persis dengan tabung alat pemadam api ringan (apar). Masalah ini lalu dilaporkan ke polisi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico mengatakan, atas dasar aduan tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan dan penggeledahan kepada perusahaan yang bergerak di bidang pengisian alat pemadam kebakaran dan repackaging atau modif, produksi dari tabung pemadam kebakaran.

“Berawal dari laporan korban pada tanggal 27 Juli 2021, WD adalah konsumen yang membutuhkan tabung oksigen. Yang kemudian mendatangi CV milik tersangka di daerah Simorejo, Surabaya,” terangnya, Rabu (18/8/2021).

Dalam penggeledahan di pabrik tersebut, petugas menemukan 800 tabung APAR yang hendak diisi oksigen. Sedangkan, 106 diantaranya sudah siap edar di pasaran.

“Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mendapatkan keterangan saksi, tim mendatangi lokasi melakukan penggeledahan dan menemukan 800 tabung, sedangkan 106 sudah siap edar, berisi 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, 5 meter kubik dan 6 meter kubik. Semuanya hasil modifikasi dari tabung APAR seolah menjadi tabung oksigen,” tambahnya.

Tersangka sengaja menggosok tabung APAR yang semula berwarna merah itu menggunakan amplas, kemudian di cat ulang dengan warna putih, untuk mengelabuhi pembeli. Lalu, isi APAR dikeluarkan kemudian dipasang regulator dan diisi oksigen.

Dalam sebulan, sedikitnya 50 buah tabung oksigen modifikasi ini laku terjual, dan sudah beroperasi sejak Juni 2021 lalu. Saat ini polisi tengah melakukan pendalaman, untuk melacak keseluruhan tabung oksigen palsu yang telah beredar di masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, agar membeli tabung oksigen pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Masih kami lakukan pendalaman, untuk mengetahui jumlah tabung palsu yang terjual seluruhnya,” pungkasnya.

Dari perusahaan tersebut, polisi menyita barang bukti 800 tabung APAR dan tabung selam, 4 tabung ukuran 6 M3 yang berisi oksigen, 9 tabung ukuran 6 m3 kosong, 43 tabung ukuran 1 M3 kosong warna putih, 20 tabung ukuran 1/2 M3 kosong warna putih, 3 tabung ukuran 1 1/2 M3 kosong warna putih, 15 buah besi kaki tabung, 1 bendel karbit las listrik, 1 mesin las, 1 bendel stiker bertuliskan ‘Oxygen Medical Grade’ dan 6 buah bukti pembayaran pengisian oksigen ke CWMS.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 197 Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. @wendy

 

Pos terkait