Petugas Sita Lima Karung Kosmetik Kadaluarsa di Pasar Sentral Malili Luwu Timur

kartumerahnews.com – Tim Pengawas Obat dan Makanan Luwu Timur menemukan banyak kosmetik sudah kadaluarsa di Pasar Sentral Malili, Minggu (9/5/2021).

Pasar Sentral Malili lokasinya di Desa Baruga, Kecamatan MaliliLuwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam operasi itu, petugas menyita sekitar lima karung kosmetik yang kadaluarsa atau sudah tidak layak pakai.

Barang kosmetik yang disita lima karung dari para pedagang yang menjual di dalam areal pasar.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Lutim, Baso Simun mengatakan, tim menyusuri satu per satu toko di dalam pasar.

Tim pengawas kata Baso menemukan begitu banyak barang yang telah expired atau kadaluarsa. 

“Bahkan ada kosmetik yang masa kadaluarsanya sejak 2007,” kata ketua tim pengawas obat ini.

Pedagang yang menjual kosmetik kadaluarsa diminta untuk menandatangani berita acara penerimaan barang.

“Barang yang disita dibawa ke Kantor Camat Malili untuk dimusnahkan,” ujar Baso.

Edukasi juga disampaikan petugas ke pedagang, agar memisahkan barang sudah kadaluarsa dan tidak memajangnya.

“Karena barang tersebut sangat berbahaya jika di pakai oleh masyarakat. Apalagi ini ada sabun bayi, sangat berbahaya untuk kulit bayi,”

“Kedepan kami minta agar para pedagang lebih memperhatikan barang jualannya,” kata Baso Simun.

Tim pengawasan juga menyisir penjual obat dan kosmetik yang berada diluar pasar.

Namun hasinya tidak banyak ditemukan kosmetik yang kadaluarsa. 

“Beda saat di dalam pasar yang hampir lima karung kita menemukan kosmetik kadaluarsa yang masih di jual,” ujar Baso Simun.

Dalam operasi ini, ikut Kepala Loka POM Palopo, Mardianto. Loka POM Palopo juga turut mengambil 23 sampel makanan dan diuji di mobil laboratoriam.

“Alhamdulillah, tidak ada yang mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil,” kata Mardianto.

Selain itu, makanan dan minuman kadaluarsa juga masih ditemukan dijual di Pasar Sentral Malili.

Tim pengawas juga mendatangi tempat penggilingan daging di Bunker Malili. Berdasarkan penilaian tim, tempat penggilingan daging ini cukup higienis.

Sumber: TribunLutim

Pos terkait