Penadah curanmor tak diproses hukum, Polisi dinilai tidak profesional

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Pengamat Hukum Pidana Dr. Sunarno Edy Wibowo, SH., M.Hum. menyotori kasus pencurian kendaraan bermotor yang ditangani Polsek Sawahan Surabaya. Hal ini karena pihak Polsek tidak memproses penadah motor hasil pencurian yang melibatkan mantan anggota polisi tersebut.

Sunarno Edy Wibowo mengatakan, penadah barang hasil curian merupakan pidana murni. Sehingga polisi wajib menindaklanjuti dan melakukan proses hukum terhadap pelaku pendah meski motor atau barang hasil tindak kejahatan sudah dikembalikan.

Bacaan Lainnya

“Penadah barang hasil curian sebagaimana diatur dalam pasal 480 KUHP, merupakan pidana murni. Meski pelaku sudah mengembalikan hasil kejahatannya tidak dapat menghapus perbuatannya,” terangnya.

Bila dalam kasus tersebut pihak penadah tidak diproses secara hukum, menurut Sunarno Edy Wibowo, hal terjadi karena adanya ketidakprofesionalan dari penegak hukum.

“Kalau tidak diproses artinya Polisi yang menangani ini patut dipertanyakan profesionalismenya. Sudah jelas itu pidana murni kenapa tidak dilakukan pengembangan dengan proses hukum,” tegasnya.

Menurut Sunarno Edy Wibowo, dalam hal ini petugas kepolisian telah mengabaikan dan melanggar Pasal 21 KUHAP, atas tindak pidana murni yang dilakukan seseorang karena menerima atau membeli barang hasil kejahatan (penadah) dapat dan wajib diproses meski ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara.

“Pelaku penadah, meski ancaman hukumannya paling lama 4 tahun penjara, sesuai Pasal 21 KUHAP wajib ditindaklanjuti dan diproses secara hukum, karena ada pengecualian meski ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Sawahan, AKP A. Risky Pratama Fardian Caropeboka menyatakan pihaknya tidak perlu melakukan pengembangan dan proses hukum terhadap pelaku penadah.

Sebab penadah sudah mengembalikan motor yang dibelinya dari kedua tersangka Angga Febrianto (33) dan Rico Bastian (26).

“Tidak perlu mas, motornya kan sudah kembali, makanya kita bisa mengungkap kasus ini,” katanya.

Risky menambahkan, dengan kembalinya unit motor yang dicuri pelaku di kostnya tersebut, pihaknya harus memilih salah satu opsi untuk ditindaklanjuti.

“Karena motornya sudah kembali, jadi tidak perlu kita kembangkan ke penadahnya. Kecuali belum kembali itu beda, jadi harus kami pilih salah satunya dan sekarang melanjutkan proses hukum terhadap kedua tersangka,” pungkasnya.

Diketahui, Unit Reskrim Polsek Sawahan mengamankan dua orang pelaku pencurian pada Rabu 18 Agustus 2021 lalu. Dua pelaku adalah AF (34) seorang pecatan polisi dan RH (26).

Keduanya diringkus karena aksi pencuriannya di sebuah rumah kos Jalan Dukuh Kupang Timur, Surabaya pada Senin 16 Agustus 2021 terekam CCTV.@rofik

 

Pos terkait