Pecatan polisi ini sempat jual motor curian ke Madura sebelum diciduk

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Angga Febrianto (33) pecatan polisi yang menjadi otak pencurian motor di kos Jl Prapanca, Surabaya, sempat menjual hasil kejahatan ke penadah Madura sebelum akhirnya diciduk petugas Reskrim Polsek Sawahan.

Info yang dihimpun Lensa Indonesia, kasus Curanmor bermula saat Angga ke rumah pacarnya. Saat itu matanya melihat kunci motor korban (Sri Wahyuni) masih menempel saat diparkir. Setelah mengambil kunci, dia langsung menghubungi Rico Hardian (26) untuk datang.

Bacaan Lainnya

“Setelah mengambil kunci motor, AF menghubungi RC datang ke lokasi kemudian menyerahkan kunci dan memintanya segera membawa motor korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto, Kamis (19/8/2021).

Petugas yang menerima laporan diam-diam mempelajari rekaman CCTV. Setelah memastikan keterlibatan Angga, polisi lalu mencarinya dan meminta motor yang sudah dijual ke Madura itu untuk dikembalikan.

“Jadi mereka berpencar setelah beraksi lalu janjian ketemu di Suramadu. Keduanya lalu menjual motor curian itu ke seorang penadah di Madura,” tambah Iptu Risti.

Angga Febrianto dan Rico Hardian yang tahu polisi punya bukti aksi Curanmor itu kemudian menebus lagi motor tersebut dan berinisiatif mengembalikan ke pemiliknya. “Mereka sendiri yang menebus ke penadahnya, saat akan diserahkan, RC melarikan diri, lalu kami amankan AF dan barang buktinya,” ungkap Iptu Risti.

Namun belakangan polisi juga berhasil mengamankan Rico Hardian di rumah temannya di Jl Simo Gunung Timur. “Pelaku RC dapat kami amankan semalam di rumah temannya di Jl Simo Gunung Timur. Namun keduanya masih bungkam terkait identitas penadahnya di Madura,” papar Iptu Risti lebih lanjut.

Perlu diketahui, Angga Febrianto merupakan mantan anggota Sarana dan Prasana (Sarpras) Polrestabes Surabaya. Dia dipecat dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi karena terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Dalam sidang disiplin, Waka Polrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo selaku Ankum (Atasan yang Menghukum) menjatuhkan vonis pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Angga Febrianto sempat mengajukan banding namun Bidang Hukum Polda Jatim menolaknya, dan surat pemecatannya baru turun sepekan yang lalu. @rofik

 

Pos terkait