Parang Ajaib Berubah Jadi Kayu, MAPJ Menduga Penyidik Masuk Angin

  • Whatsapp
Andi Fian Adik Bupati Bulukumba (Berdiri) Saat di warung Es Kelapa Muda, Memaki dan mengancam Wartawan Zonamerahnews.com

kartumerahnews.com – Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ) menilai hasil gelar perkara yang dilakukan oleh Polres Bulukumba terkait kasus pengancaman Wartawan diduga ada pembodohan publik mengenai Barang Bukti (BB) Parang tersebut

Ketua MAPJ, Drs.A.Muh.Nasir Bcku.SH.MH.M.si, menyampaikan kekeliruan penegak hukum sangat tidak masuk akal dan sangat ajaib ketika barang bukti itu ternyata menyerupai seperti parang pada saat memberikan keterangan dalam gelar perkara pada Selasa kemarin

“Sangat tidak pasti, yang dibuktikan pada saat kejadian adalah parang, dan setelah dilakukan gelar bukan merupakan parang, akan tetapi imitasi yang terbuat dari kayu yang menyerupai parang” kata Nasir heran, Jumat (24/4/2020)

Seharusnya biarlah pihak pengadilan yang memutuskan kebenarannya itu parang atau bukan karena para saksi menyebutkan itu parang.

“Inilah satu pembodohan publik yang dilakukan salah satu oknum penegak hukum Polres Bulukumba, diduga ada salah satu kekeliruan” ujarnya

Nasir mengatakan, sudah sangat jelas, kalau Andi Sofyan Adik Bupati Bulukumba itu membawa parang dan mendatangi korban Andi Burhanuddin, apalagi sampai mengucapkan kalimat-kalimat kotor

“Jadi bukan harus keluar dari sarungnya baru dikatakan pengancaman itu sangat keliru, mendatangi orang lalu membawa parang di depan umum lalu mengucapkan kata perusak, apa maumu, bilangmako Bur, tai*** di otakmu hanya uang-uang itu sudah termasuk pengancaman” jelas Nasir

Sebagai Pimpinan pusat Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ) sekaligus sebagai pemegang amanah konstitusional.

“Saya meminta ke Presiden dan Pak Kapolri, untuk menindaklanjuti jika ditemukan oknum-oknum melakukan pelanggaran hukum atau tidak melaksanakan sesuai tuntutan hukum berdasarkan undang-undang Kepolisian Nomor 2 tahun 2002” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Umum SEKAT-RI, Muhammad Iqbal mengatakan, kasus pengancaman ini akan kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akan menyurat ke Mabes Polri terkait penanganan Polres Bulukumba yang dinilai masih menguntungkan pihak terlapor

“Dalam waktu dekat kami akan laporkan, saya sudah suruh minta barang bukti itu difotokan tapi belum dikirim Pak Kasat. Intinya kasus ini dikawal oleh berbagai Ormas, LSM, Organisasi Media dan LBH. Kami gunakan strategi di sini. Silakan kalau pihak kepolisian misalkan Polres Bulukumba berpihak kepada terlapor, jika benar seperti itu terjadi, maka akan ketahuan juga nantinya.” tegas Iqbal

“Sebenarnya banyak sekali celah untuk dimasukkan penjara itu terlapor, kalau polisi mau, tapi ini masih agak bagaimana gitu” tutupnya

(Wan)

Pos terkait