Parah! Warga Dijemput ‘Paksa’ Tanpa Sprin ‘Polisi’ Barombong Bak Debt Collector

  • Whatsapp
Kantor Polisi Polsek Barombong

Kartumerahnews.com – Penangkapan di setiap seseorang yang dilakukan oleh polisi, maka polisi wajib memperlihatkan surat penangkapan yang resmi terhadap tersangka dan keluarganya.

Dasar hukumnya dapat dilihat pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Bab V tentang penangkapan, penahanan, penggeledahan badan, pemasukkan rumah, penyitaan, dan pemeriksaan surat.

Hal tersebut di sebutkan dalam Pasal 16, 17, 18, dan 19. Khusus tentang ketentuan penangkapan dapat dilihat pada pasal 18, ayat 1, 2, dan 3 yang berbunyi

Pasal 18 Ayat 1. Pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat ia diperiksa

Pasal 18 ayat 2. Dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

Pasal 18 ayat 3. Tembusan surat perintah penangkapan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diberikan kepada keluarganya segera setelah penangkapan dilakukan.

Seharusnya polisi melaksanakan penangkapan terhadap tersangka sesuai UU tersebut tidak seharusnya polisi bertindak seperti premanisme jalanan atau Debt Collector yang ingin mengambil paksa kendaraan seseorang dijalan tanpa memperlihatkan surat fidusia yang resmi hanya berbekal “catatan kosong” mengatas namakan pembiayaan

Seperti halnya ulah Oknum polisi satuan Reskrim Polsek Barombong yang mendatangi Rumah berinisial (S) warga Tamanyelleng Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa yang hendak dia jemput paksa/tangkap tanpa (sprint) dan surat panggilan resmi dari pihak yang berwenang Polsek Barombong Selasa 07/04/2020

Anak terduga berinisial (S) yang hendak polisi jemput paksa, Selaku Pempred. (pemimpin redaksi) Lintassulawesi.com Muldani sangat menyayangkan dengan ulah ketiga oknum tersebut yang datang kerumah orang tua kami tidak sesuai aturan ‘Cacat prosedural’ cetusnya

Muldani menjelaskan saat dirinya datang ke Polsek Barombong dan menuju ruangan Sat Reskrim dengan maksud konfirmasi terkait apa permasalahan orang tua kami

Petugas yang kami temui hanya mengatakan dengan singkat masalah sudah selesai tanpa ada kejelasan lebih lanjut masalahnya apa sehingga orang tua kami dipaksa ke polsek Barombong.

“Masalah sudah selesai pak” ucap petugas yang temui di ruangan Sat Reskrim Muldani menirukan

Oknum Sat Reskrim Polsek Barombong yang berjumlah 3 (tiga) orang yang datang kerumah Orang tua kami tidak etis dan mencoba menakut nakuti orang tua kami.

“Kami berharap ke pihak atasannya dalam hal ini Kapolsek dan Kapolres Gowa memberikan sanksi ketiga oknum itu, karena tidak semestinya aparat penegak Hukum (polri) meminta dan memaksa seseorang datang ke kantor polisi dengan nada keras dan tanpa alasannya yang jelas,” harap Muldani

Sementara Kapolsek Barombong AKP Muh. Hasyim. Saat di konfirmasi terkait hal tersebut lewat sambungan telepon selulernya mengatakan bahwa yang penting sudah dikonfirmasi toh mungkin ada kesalahan komunikasi nanti saya kroscek,” ujar Kapolsek Barombong dengan singkat

(Dhani)

Pos terkait