Parah! 53 Orang Masuk Sebagai Penerima Bantuan di Makassar, Padahal Sudah Meninggal

kartumerahnews.com – Dari 400 penerima bantuan jaminan hidup eks penderita kusta yang diusul dari┬áDinas Sosial Makassar, sebanyak 53 orang dinyatakan sudah meninggal.

Hal ini berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menegaskan masalah seperti inilah yang menjadi alasannya melakukan resetting pemerintahan.

“Saya kan dari awal sudah bilang ada kehancuran di birokrasi. Saya sudah bilang berulang-ulang. Alhamdulillah akhirnya terungkap satu per satu,” ujar Danny, Kamis (6/5/2021).

Ia menilai Dinsos perlu perombakan total, sebab banyak sekali masalah yang ditemukannya.

“Dinsos hampir seluruhnya parah di sana. Kita lihat anak jalanan seperti apa. Kita lihat itu ibu-ibu yang dirawat anaknya. Saya memang menunggu mereka merespon. Ini kan sudah viral. Mereka tidak respon akhirnya saya ambil tindakan,” terangnya.

Bahkan Danny sudah meminta bantuan kepada para penegak hukum, agar membantu membongkar pelanggaran-pelanggaran di pemerintah kota.

Saya sudah bicara tadi juga sama KPK (Komisi Pemeberantasan Korupsi) bahwa saya mau resetting segera karena susah ini. Ini personal-personal yang kemarin saya reject, itu dikembalikan semua,” jelasnya.

“Tidak bermaksud mengeluh tapi tidak bisa saya dibantu orang-orang yang tidak care. Karena ini persoalan care. Tanpa saya minta mestinya sudah jalan. Ini tugasnya mereka,” lanjutnya.

Danny pun menegaskan, jika terbukti ada kesengajaan memasukkan ke 53 nama tersebut sebagai penerima bantuan. Maka hal itulah merupakan pelanggaran pidana.

“Dan itu pidana. Kalau sengaja dibuat berarti siapa yang terima uangnya selama ini. Itu harus diusut. Saya dukung pengusutan apart penegak hukum di pemerintah kota,” tutupnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel Hasan Basri Ambarala terkejut setelah mengetahui hal ini.

“Dari 400 orang yang diusul, ada 53 orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia namun tetap masuk dalam daftar,” ujarnya.

“Bagaimana caranya mau kita berikan kalau sudah meninggal dunia. Sekarang sistem bantuan juga sudah non tunai. Langsung transfer di rekening BPD, tidak lagi secara tunai atau langsung,” lanjutnya

Alokasi anggaran bantuan penderita kusta tahun ini memang cukup besar. 

Dimana setiap orang akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp 1,8 juta selama setahun.

Sumber: TribunMakassar

Pos terkait