Modus Ajak Jalan, Pasutri Tegah “Menjebol Gawang” Teman Sendiri.

  • Whatsapp
Ilustrasi

Kartumerahnews.com – Entah apa yang merasuki pasangan suami istri RP (17) dan NR (16) hingga tega memperkosa DM (16) yang tak lain adalah temannya sendiri.

Ironisnya lagi, Istri pelaku NR malah ikut membantu suaminya dalam melakukan aksi pemerkosaan itu.

NR ikut melepaskan pakaian DM sehingga suaminya berhasil menjebol “Gawang DM”.

DM yang tak kuasa melawan perlakuan pasangan suami istri tersebut pasrah dengan keadaan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 01 Januari 2020 sekitar pukul 14.00 WIB di semak-semak bawah pohon sawit milik warga di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII.

Sebelum peristiwa itu terjadi Istri pelaku NR menjemput korban untuk diajak jalan-jalan ke Ancol, Sarolangun.

Tidak lama kemudian mereka beranjak ke daerah Kecamatan Bathin VIII di Dusun Dalam.

Sesampai di Lokadi Pelaku langsung menyumbat mulut korban dari belakang dan pelaku mengancam korban akan membunuh jika pelaku tidak melanyaninya.

Mendengar ancaman ini membuat korban merasa terhindar, dengan sedikit pemaksaan, berhasil berhasil “Menjebol Gawang DM” yang disaksikan oleh istri pelaku.

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto S.Ik MH membenarkan kejadian tersebut, bahkan Kapolres mengatakan saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Sarolangun.

“Benar berdasarkan LP/B-01/1/2020/SPKT/Res Sarolangun tanggal 02 Januari 2020 tentang persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur.

“Pelapor berstatus korban yang merupakan seorang gadis atas nama DM merupakan warga Sukasari Kecamatan Sarolangun, kemudian pelakunya, suami istri masih di bawah umur warga Simpang Bukit, ” kata Kapolres

“Modus pelaku tersebut pada saat itu istri pelaku mengajak korban jalan jalan pada saat tahun baru kemarin, ke kota (Ancol), sesampai di tengah jalan ditinggalkan bersama suaminya.

“Tidak lama kemudian mereka jalan arah ke Bangko tepatnya di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII.

“Sesampai di tengah perjalanan yang sepi terjadilah perbuatan pemerkosaan.

“Korban sempat diancam akan dibunuh jika tidak menyerahkan mahkotanya (kegadisan), sehingga terjadilah perbuatan persetubuhan,” ujarnya.

Setelah diperkosa, korban langsung melapor kejadian tersebut Ke Polres Sarolangun didampingi orang tuanya.

“Tepat tanggal 9 Januari 2020 kemarin, kita lakukan identifikasi atau keberadaan pelaku yang sudah melarikan diri ke Jakarta Pasar Senen.

“Pada tanggal 11 Januari terpantau mereka berada di pelabuhan merak, Banten.

“kemungkinan kehabisan uang, mereka kembali pulang ke Sarolangun.

“Kemudian tanggal 12 Januari di perjalanan dengan menaiki bus ALS tepat pukul 21.00 WIB di depan Polsek Pelawan, Singkut, dilakukan penghadangan terhadap bus tersebut.

“saat itu kedua pelaku ini berada dalam bus dan diamankan oleh Satreskrim Polres Sarolangun. Saat ini pelaku sudah dimasukkan dalam tahanan, ” tegasnya.

Tersangka Dikenakan pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI no 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, untuk istri pelaku kebetulan lagi hamil dua bulan, tidak dilakukan penahanan, tapi yang jelas istri tersangka juga karena membantu aksi suaminya. Bahkan peran istrinya ikut membantu membuka pakaian korban.tutup kapolres

(Wn/Ajk)

Pos terkait