MAPJ, Desak Polres Bulukumba Tangkap Adik Bupati, Pengancam Wartawan

  • Whatsapp
Ilustrasi

Kartumerahnews.com – Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ) mendesak Polres Bulukumba untuk segera menangkap pelaku pengancaman wartawan newszonamerah.com

Ketua MAPJ, Drs.A.Muh.Nasir Bcku.SH.MH.M.si, menyampaikan jika laporan korban Andi Bur tidak ditindaklanjuti oleh Kapolres Bulukumba, maka korban mengajukan laporan ke Polda Sulsel

Dia mengatakan, setiap perlawanan hukum itu, polisi harus taat aturan hukum dan undang-undang dalam hal ini penindakan hukum tidak berpihak oleh siapapun

“Sehingga diharapkan polisi dapat mengayomi masyarakat dan dia sebagai penindak, salah satu yang berbuat hukum, dan penengah yang mengayomi semua masyarakat” kata Nasir, Senin (20/4/2020)

Nasir menyampaikan, jika ada pelapor yang melaporkan suatu pelanggaran, maka harus melakukan pemanggilan.

Jika sudah melalui tahapan dan proses penyelidikan, dan terbukti melakukan pelanggaran maka kewenangan penyidik untuk melakukan penahanan dan memproses tindak pidana dalam pelanggaran hukum

Tak hanya itu, Nasir mengatakan bahwa tidak ada Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kalau yang namanya pengancaman, apalagi kalau sampai mengancam menggunakan parang

“Jika penyidik menetapkan pasal tipiring, maka akan dilakukan sosialisasi tentang salah satu proses peletakan pasal kalau mengatakan pengancaman itu adalah tipiring, itu juga salah satu kekeliruan penyidik” pungkasnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Bulukumba AKP. Berry Juana Putra, mengatakan bahwa terlapor sudah dilakukan pemanggilan dalam pemeriksaan terkait laporan pengancaman, Senin (20/4/2020)

“Iya, penyidik Reskrim sementara menyiapkan bahan gelarnya, kalau sudah siap nanti akan dihubungi penyidiknya untuk dilakukan proses gelar” ucap Berry yang dikonfirmasi oleh media melalui WhatsApp

Sebelumnya, Andi Burhanuddin (36), wartawan dari media online newszonamerah.com, melaporkan adik Bupati Bulukumba terkait dugaan pengancaman dengan parang

Dikatakan oleh Andi Bur, kasus ini bermula saat dirinya ingin mengkonfirmasi Andi Fian melalui by phone, terkait tambang di Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba

Akan tetapi Adik Bupati Bulukumba, Andi Fian mengarahkan Andi Bur ke kota untuk bertemu langsung

“Dia sudah lama mencari saya, jadi kami mengikuti arahannya lalu saya ke kota” kata Andi Bur, Sabtu (11/4/2020)

Setelah sampai ke kota, Bur kembali menghubungi Andi Fian bahwa dirinya sudah ada di kota dan diminta untuk menunggu

“Saya menunggu di warung es buah. Tak Lama kemudian dia datang dengan mobil berwarna putih. Disitulah dia langsung turun dengan membawa parang panjang” ucap Andi Bur

Dia menjelaskan, ancaman ‘perencanaan’ pembunuhan dengan Parang di depan warkop Gedung 45, terkait kasus tambang ‘ilegal’

“Kalau kau masih meliput tambang pasir di Swatani ini, maka kau akan berhadapan dengan saya (tai***)” kata Bur menirukan Fian

Dikatakan oleh Andi Bur bahwa ancaman yang melakukan teror itu diduga seorang adik Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali.

“Tai, apa maumu Tai, sambil pegang parang, tidak usaha kau urusi tambang itu, memang saya punya, kau mau apa” kata Bur menceritakan

Dari kejadian ini, Kepala Biro Bulukumba ini bersama dua rekannya langsung melaporkannya ke Polres Bulukumba

Andi Bur melaporkan kasus pengancaman tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bulukumba dengan nomor : LP/177/IV/2020/ Sek Bulukumba

“Saya bersama dua teman ini (Arsyad dan Ahmad) mendatangi Polres menindaklanjuti dugaan pengancaman pembunuhan dengan menggunakan parang” kata Andi Bur

(Sahrir)

Pos terkait