“Lima Tersangka Ditangguhkan” Aktivis GAM Minta Kapolrestabes dan Kasat Reskrim Dicopot

  • Whatsapp

Kartumerahnews.com – Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali berunjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Kamis (30/1/2020)

GAM menganggap Kapolrestabes dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar diduga melakukan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap salah satu aktivis mahasiswa, yakni Panglima besar GAM, Muh. Ilyas

Penanggung jawab aksi, Denny Abiyoga mengatakan bahwa Muh. Ilyas ditangkap oleh Unit Jatanras Polrestabes Makassar pada 3 Desember 2019 lalu

Panglima GAM ini ditetapkan sebagai tersangka bersama 6 orang aktivis lainnya dengan sangkaan pasal 170 Jo. 406 KUHP atas dasar Laporan pihak Gubernur Sulsel, LP/917/XI/2019/Polda Sulsel/Restabes Makassar.

Namun dalam proses hukumnya, pihak Polrestabes Makassar malah memberikan penangguhan penahanan terhadap 5 orang tersangka

“Akan tetapi Muh. Ilyas tetap mendekam dalam Rutan Polrestabes Makassar dengan masa waktu 60 Hari (20 Hari + 40 Hari masa tahanan) sesuai Pasal 24 KUHAP” kata Denny Abiyoga melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (30/1/2020)

Tindakan inilah yang dianggap diskriminasi dan kriminalisasi terhadap Panglima GAM dan tidak berkeadilan.

“Mestinya pihak polrestabes Makassar memberi penangguhan kepada semua tersangka atau menahan semua tersangka sesuai aturan hukum yang berlaku, bukan tebang pilih.” bebernya

Sementara itu, Andrias dalam orasinya menjelaskan bahwa penangkapan itu pasca aksi demonstrasi penolakan kenaikan iuran BPJS di depan kantor Gubernur Sulsel untuk mendesak Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel

Desakan tersebut untuk ikut menolak kenaikan iuran BPJS karena kebijakan pemerintah itu tidak Pro kepada rakyat dan aksi itu berakhir dengan rusaknya pagar Kantor Gubernur sulsel

“Saat pengrusakan terjadi pihak Kepolisian dan Satpol-PP Pemrov. Sulsel yang lebih banyak dari pada Mahasiswa hanya sibuk merekam dan menjadi penonton (berdiam diri) dan tidak berupaya melakukan pencegahan yang terkesan menjebak para mahasiswa yang memperjuangkan hak rakyat.” ungkap Andrias

Adapun tuntutan GAM saat unjuk rasa yakni meminta Kapolda Sulsel, Irjen Pol Guntur Laupe untuk mencopot Kapolrestabes Makassar dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.

“Kami meminta kepada Kapolda Sulsel, Irjen Pol Guntur Laupe untuk mencopot Kapolrestabes Makassar dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.” kata Andrias dan para demonstran saat berorasi

GAM di dalam aksi tuntutannya, membentangkan spanduk bertuliskan, “Kriminalisasi Tuntutan Rakyat” hingga aksi ini berlangsung Panglima besar GAM masih ditahan.

(YJ/DS)

Pos terkait