LBH BK : Minta Polres Jeneponto Segera Tangkap Penyebar Hoax Di Jeneponto

  • Whatsapp

Kartumerahnews.com–Jumat malam, (1/6/2018), salat tarawih baru saja akan dimulai. Ketika tiba-tiba terdengar keriuhan di Kampung Taipakalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Temalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan Aksi Tersebut Memuat beberapa Polemik di media Sosial

Salah Satu Isu Yang Di Lontarkan Oleh Pemilik akun Nurhijrah si putri tunggal di Facebook Dogroup Berita Kota Jeneponto Yang dimana Isunya “ KeTiga Pelaku Pembunuhan di taipakalongkong dibebaskan dengan uang sogokan sebanyak 45 Juta masing-masing pelaku menyogok 15 Juta Perorang dengan tiga pelaku pembunuhan,keluarga korban tak terima jika kalau dibebaskan begitu saja akhirnya warga dari paranglambere ke.Tonrokassi Kec.Tamalatea yang adalah Kelaurga Korban membawa massa ke taipakalongkong untuk menghancurkan ketiga rumah pelaku pembunuhan tersebut,ketiga rumah tersebut kini telah hancur berkeping-keping tersisa tiang dan atap yang masih berdiri kokoh namum massa akan melanjutkan aksinya esok hari untuk meluluh lantahkan rumah tersebut kejadian ini terjadi sekitar sesudah sholat magrib. Nyawa tidak bisa dibeli dengan uang “ hal Tesebut dibantah oleh Penasihat Hukum dari ke Tiga yang Diduga Pelaku pembunuhan

Ketua Bidang Non Letigasi LBH Bhakti Keadilan Andi Nurdin Sangat menyayangkan Postingan tersebut karna Itu adalah Isu Hoakz Dan merusak Citra Polri Khususnya Polres Jeneponto Pasalnya Apa yang disampaikan oleh Pemilik akun Nurhijrah si putri tunggal itu tidak benar adanya dan meminta agar si pemilik akun tersebut segeara di proses.

Andi Nurdin Menjelaskan bahwa Keempat Yang diduga Pelaku Itu dimana ada Tiga Orang yang dipulangkan Oleh pihak Polres Jeneponto yakni (Lel.), (Lel.S),  Dan (Lel,Ya) pasalnya Tidak terbukti Bersalah karna tidak memunuhi unsur sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHAP terkait proses penetapan tersangka atas dasar bukti permulaan yang cukup. Dan ketiganya Tidak terbukti sesuai Hasil Gelar Perkara Polres Jeneponto dan pada saat gelar perkara Kelurga Korban Juga Hadir dan mengikuti Gelar perkara tersebut, sehingga Polres Jeneponto harus memulangkan ke tiga orang tersebut ke keluarganya dan 1 orang Yang terbuki yaitu Lel.U makanya Pihak Polres Jeneponto memproses ke tahap lebih lanjut Ujarnya. Karna Ketika Tidak dipulangkan Oleh PihakPolres Jeneponto dan status Ketiga Orang Tersebut Hanya Sebatas Saksi dan ketika di Paksakan Ditahan/diamankan maka Polres jeneponto Melakukan Pelanggaran Hak Asasi manusia Jadi Mau Tidak mau Harus Dipulangkan Ujar Andi Nurdin kepada Awak Media dipelataran kantor Hukum LBH Bhakti Keadilan Jeneponto

Jadi kami mempertegas bahwa dengan adanya isu tersebut di akun Facebook Nurhijrah si putri tunggal itu tidak benar dan Hoakz dan kalaupun ada biaya yang dikeluarkan oleh keluarga yang diduga pelaku pembunuhan di paranglambere itu murni adalah biaya transfortasi dan biaya honorararium untuk penasihat Hukum/Pengacara Sesuai Aturan Undang-Undang No 18 Tahun 2003 Tentang advokat

Jadi Kami Minta Polres jeneponto dalam waktu singkat agar segera menangkap penyebar isu tersebut dimedia sosial serta diproses sesuai undang UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK “ Ancamnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.