Ketum L-PRI: Pengelolaan Dana di 46 kelurahan di Gowa ‘Ada Kepincangan’

  • Whatsapp
Sadiq Deang Emba Ketum Lembaga Poros Rakyat Indonesia

Kartumerahnews.com – Kabupaten Gowa terdiri dari 121 Desa dan 46 kelurahan, dimana kelurahan terbagi dibeberapa kecamatan.

Salah satu Kec Somba Opu sebagai cerminan pengelolaan dana Kelurahan.

Dimana di kecamatan tersebut ada 14 kelurahan dengan alokasi dana kelurahan berkisar 680 juta per kelurahan

Dana alokasi Kelurahan terbagi dalam tiga program kerja, diantaranya dana pemberdayaan, swakelola, dan inprastruktur.

Dari sekian kegiatan yang ada di kelurahan disnyilir semua juknis RKA Nya terjadi beberapa kepincangan, Ucap ketum lembaga poros rakyat Sadiq Daeng Emba dihadapan awak media

“persoalan diantaranya pengadaan armada sampah dan pemadam kebakaran mini, dimana kedua pengadaan ini ingklup dengan dana Operatornya, atau di pungut dimasyarakat.

Kami menjadi heran hampir di semua kelurahan lengkap kendaraan sampah tapi malah sampah berceceran ditempat yang bukan peruntukan sampah.

Sama seperti Motor DAMKAR MINI dimana setiap unitnya wajib jelas mekanisme operasionalnya, dan kejelasan keberadaannya di kelurahan.

“Apakah pamakaiannya masuk syarat mutlak atau sebatas Armada saja?

“Termasuk TRANSPARANSI KEGIATAN SOSIALISASI yang besaran nilainya 100 juta _ 130 juta harus ada kejelasan kegiatannya dan tepat sasaran.

Dimana diketahui DANA KELURAHAN setiap tahun menghabiskan Anggaran besar.

“Oleh karena itu bijaknya setiap kegiatan Kelurahan wajib dikawal oleh tim Pengawas Independen sehingga DANA ALOKASI KELURAHAN betul betul tepat sasaran.”

Pemerintah Kabupaten wajib menempatkan pengawasan disetiap kegiatan Kelurahan, jangan sampai gara- gara dikelurahan bermasalah, yang rusak malah pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bapak BUPATI GOWA, pungkasnya.

“Sebaiknya pengambil kebijakan lebih memahami perkembangan Jaman, bahwa sekecil apapun perlakuan terhadap kegiatan penyaluran DANA KELURAHAN sangat mudah dipantau.

karena sangat mungkin masyarakat yang ikut dilibatkan dalam kegiatan pelaksanaan program kelurahan, mereka bagian dari kelompok pencari kebenaran dan pemantau dari LEMBAGA tertentu. Tutup ketum Lembaga poros rakyat Indonesia

(Red)

Pos terkait