Ketua Umum GAN-RI: Korban Penyalahguna Narkotika Wajib Direhabilitasi Bukanlah Sebuah Aib

Ketua Umum GAN-RI: Korban Penyalahguna Narkotika Wajib Direhabilitasi Bukanlah Sebuah Aib
Gambar: Fauzi Irwanof CH, Ketua umum GAN-RI.

Jakarta, Kartumerahnews.com – Ketua Umum Generasi Anti Narkotika Republik Indonesia (GAN-RI) Fauzi Irwanof.CH mengatakan bahwa pengguna narkoba harus direhabilitasi. Hal itu dia ungkapkan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh setiap 26 Juni.
Merujuk pada Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika, maka pecandu atau pengguna serta korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
Hal tersebut juga diperjelas dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Terdakwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi (Peraturan BNN 11/2014).
Dalam aturan tersebut, mengatur bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika yang tanpa hak dan melawan hukum sebagai tersangka dan atau terdakwa dalam penyalahgunaan narkotika yang sedang menjalani proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan di pengadilan diberikan pengobatan, perawatan dan pemulihan dalam lembaga rehabilitasi.
“Korban atau pengguna narkoba itu adalah orang sakit. Kalau orang sakit perlu disembuhkan, perlu ditolong, perlu direhabilitasi,” kata fauzi i ch yg di temui media JN di kediamannya. (26/6/21).
“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat dan lingkungannya untuk bersama-sama mengontrol mengawasi dan mengajak untuk sembuh,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses penyembuhan korban narkoba bisa berlangsung cukup lama. Berbeda setiap kasusnya.
pungkasnya. (TIM)

Pos terkait