Kenal di WeChat, Janjian Check In Hotel, Asisten Guru Kena Tipu

Ilustrasi

Kartumerahnews.com – Kencan online sepertinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para lelaki pemuja seksualitas.

Hal ini juga yang dilakukan JP (22), warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) yang tertarik mencari Pekerja Seks Komersil (PSK) di aplikasi chatting online.

JP (22) Seorang Asisten tenaga pengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Palembang.

“Awalnya berkenalan dengan perempuan berinisial WA melalui aplikasi WeChat untuk diajak kencan.

Wanita itu mengaku bernama Maria Ulfa dan bersedia diajak check in di sebuah hotel. Ungkap Jp ke awak media

Namun, wanita itu sebelum kencan meminta sejumlah uang karena dirinya adalah cewek panggilan.

Uang yang pertama diminta sebesar Rp100 ribu sebagai down payment (DP) yang saya kirim melalui ATM. Ngakunya

Selanjut Dari obrolan WeChat berlanjut di WhatsApp, kemudian Wanita itu kembali meminta uang lagi dengan alasan permintaan dari mucikarinya.

“Saya pun mengabulkannya dengan mengirim uang Rp525 ribu dan Rp900 ribu lalu Rp400 ribu ke rekening bernama Dara Mutia Deslian.

Tak lama berselang Wanita itu minta uang lagi sebesar Rp1.325.000 dan Rp1,5 juta dengan alasan sewa kamar di hotel berbintang di Palembang.

Bukannya saya bertemu dengan wanita itu, justru menjadi lumbung uang bagi wanita itu. Kesal Jp

“Saya baru sadar menjadi korban penipuan ketika nomor telepon terlapor sudah tak aktif lagi saat dihubungi.

Setalah Dia sadar jika kena tipu, Dia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan hal tersebut mengungkapkan, jika Korban mendatangi kantor polisi kemarin sore yang mengaku menjadi korban penipuan dalam transaksi elektronik.

“Total kerugian korban sebesar Rp6,4 juta yang dikirim ke rekening wanita bernama Maria Ulfa dan Dara Mutia Deslian sebagai muncikari.

“Korban mengaku ingin booking wanita itu di hotel, tapi malah kena tipu sampai Rp6,4 juta,” ungkap Heri saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).

Laporannya Kami sudah limpahkan ke Satreskrim untuk proses lebih lanjut.

Dalam kesempatan Itu AKP Heri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan seseorang untuk meminta uang terlebih belum begitu kenal.

“Pastikan orang yang kontak bisa dipercaya karena aksi penipuan melalui media sosial sangat rentan. Masyarakat sendiri yang harus waspada, jangan sampai menjadi korban,” imbaunya

(MT)

Pos terkait