Kejari Medan Terima Tahap II Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UINSU Rp 10,3 Miliar

Kejari Medan Terima Tahap II Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UINSU Rp 10,3 Miliar

Ket Foto : Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UINSU Rp 10,3 Miliar diserahkan ke Kejari Medan.

Bacaan Lainnya

Kartumerahnews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima berkas tahap II kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun Anggaran 2018 beserta ketiga tersangka dan barang bukti, Senin, 28 Juni 2021.

“Kami telah menerima pelimpahan tahap II dari Penyidik Polda Sumatera Utara, dimana ada tiga tersangka dan barang buktinya. Penyerahan dilakukan di ruang Tahap II Pidsus Kejari Medan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Agus Kelana Putra.

Dikatakan Bondan, adapun ketiga tersangka yakni Saidurrahman selaku mantan Rektor UINSU, Syahruddin Siregar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Joni Siswoyo selaku Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa.

“Bahwa perkara dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU Tahun Anggaran tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp 

44.973.352.461, yang dikerjakan oleh kontraktor PT Multi Karya Bisnis Perkasa,” katanya.

Namun, sambung Bondan, pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp.10.350.091.337,98.

“Selanjutnya, Kajari Medan bapak Teuku Rahmatsyah telah menerbitkan surat perintah kepada tim JPU yang terdiri dari JPU Kejatisu dan Kejari Medan  yang akan segera menyiapkan dakwaan untuk dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan,” sebut Bondan.

Selain dari ketiga tersangka tersebut, kata Bondan, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima diantaranya sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun Anggaran 2018.

Lanjut dikatakan Bondan, ketiga tersangka akan dilakukan penahanan dalam rangka penuntutan di Rutan Polda Sumut dalam kepentingan JPU menyiapkan dakwaan serta melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan.

“Ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkasnya. (MC/DAF)

Pos terkait