“Kado” 9 Maret, Aktivis Lidik Pro Tolak Kedatangan Raja Belanda

  • Whatsapp
Anak Korban 40.000 Jiwa bersama Rusdi Aktivis Lidik Pro di Kedubes Belanda, Jakarta Selatan

Kartumerahnews.com – Aktivis Lidik Pro, Rusdi bersama Anak Korban 40.000 jiwa, mendatangi kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2020)

Rusdi bersama Syamsir Halik Anak Korban 40.000 Jiwa, H. Abdul Halik, H.Ismail Rahim, A. Kafrala serta didampingi oleh pengacaranya Irwan Lubis

Kedatangan Rusdi bersama dengan Anak Korban 40.000 jiwa, untuk menyerahkan berkas yang berisi tuntutan terhadap Kerajaan Belanda

Tak hanya itu, aktivis asal Sulsel ini juga akan menolak kedatangan Raja Belanda, Willem Alexander, dan Ratu Maxima Cerruti

Kedatangan Raja dan Ratu Belanda di Indonesia ini dijadwalkan pada tanggal 9 sampai 13 Maret 2020

Dihadapan Staf Kedubes Belanda, Rusdi menyebutkan bahwa dirinya dengan tegas menolak kedatangan Raja Belanda ke Indonesia

Dia meminta agar kasus pelanggaran HAM yang dilakukannya pada tahun 1945 sampai 1949 di Indonesia, harus diselesaikan.

“Kami menolak Raja Belanda datang ke Indonesia, sebelum dia menyelesaikan tuntutan anak korban 40.000 jiwa” kata Rusdi kepada wartawan di kantor Kedubes Belanda, Selasa (3/3/2020)

Rusdi menyebutkan, kejahatan perang di masa lalu tidak serta merta harus dilupakan apalagi buat anak korban 40.000 jiwa, “Kami tentunya tidak bisa menerima itu” ujarnya

Berdasarkan data yang diterima, lanjut Rusdi mengatakan, untuk wilayah Sulsel sampai saat ini belum ada kompensasi dari Kerajaan Belanda

“Sebanyak 2 orang janda, 93 orang anak asal Bulukumba, sementara asal Gowa sebanyak 1 orang dan Makassar 1 orang, sementara dari Rawagede sebanyak 53 orang” bebernya

Setelah menyerahkan data anak korban 40.000 jiwa, Rusdi menambahkan akan melakukan aksi unjuk rasa tolak Raja Belanda

Aksi unjuk rasa ini kata Rusdi, yakni menuntut Kerajaan Belanda untuk bertanggungjawab atas kejahatan perang di masa lalu yang terjadi di Indonesia

“Kedatangan kami di Jakarta bukan saja untuk menyerahkan data korban 40.000 jiwa, tapi kami juga akan melakukan aksi unjuk rasa dan menuntut pertanggungjawaban Raja Belanda atas kejahatan perang yang dilakukan di masa lalu” ungkapnya

Sementara itu, pengacara Anak Korban 40.000 jiwa, Irwan Lubis mengatakan bahwa seharusnya Raja Belanda menyelesaikan tuntutan anak korban 40.000 jiwa baru berkunjung ke Indonesia

“Ini sudah ada bukti putusan pengadilan di Den Haag tahun 2011, dan itu membuktikan bahwa Belanda terbukti melakukan kejahatan perang dimasa lalu” ucap Irwan Lubis

(Wan)

Pos terkait