Kadisdik Jatim: Kalau siswa sudah divaksin, dipersilakan melakukan Pembelajaran Tatap Muka

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat global lebih dari satu tahun terakhir ini, tak terkecuali di Indonesia, memaksa diberlakukannya kebijakan social distancing, atau yang juga dikenal sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik). Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk meminimalisir persebaran virus Covid-19. Adanya kebijakan physical distancing itu, direspon oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan kebijakan pembelajaran dari rumah secara daring.

Situasi ini menyadarkan masyarakat akan potensi luar biasa internet yang belum termanfaatkan sepenuhnya di berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan, yang mana aktivitas pendidikan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Namun, dibalik itu semua, pembelajaran secara daring ini juga memiliki dampak negatif, terutama pada menurunnya pencapaian akademik anak. Hal tersebut banyak dikeluhkan oleh para guru, maupun orangtua.

Bacaan Lainnya

Hal ini menjadi evaluasi tersendiri bagi Pemerintah Pusat yang tengah menggencarkan program vaksinasi di masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Seperti gelaran Vaksinasi Massal untuk Pelajar yang diadakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Kota Madiun, Kamis (19/08/2021).

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun, program tersebut menyasar para pelajar tingkat SMP dan SMA. Terpenuhinya vaksinasi pada siswa-siswi menjadi syarat utama bagi sekolah untuk dapat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Diharapkan para pelajar mengikuti vaksin. Kebijakan Ibu Khofifah (Gubernur Jawa Timur) bagi sekolah atau siswa yang sudah divaksin, minimal vaksin sekali dipersilakan melakukan PTM terbatas,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T., saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa tersebut.

Kepada Lensaindonesia.com, Wahid menjelaskan, adapun pelaksanaan PTM terbatas yang dimaksudkan adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di sekolah secara langsung, namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pengaturan pagu (batas tertinggi) siswa saat di dalam kelas.

Dalam kesempatan yang yang sama, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan, para siswa wajib melakukan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh dalam mencegah paparan virus Corona, sehingga kelak dapat menunjang pelaksanaan PTM.

“Untuk mempersiapkan PTM, maka semua guru telah divaksin, dan sekarang pelajar. Jadi untuk menyempurnakan,” ujar Maidi.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan Vaksinasi Massal untuk Pelajar SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Hendriyanto mengungkapkan, terdapat dua lokasi pelaksanaan Vaksinasi Massal untuk Pelajar di Kota Madiun, yakni SMA Negeri 3 Taruna Angkasa dan SMP Negeri 4 Kota Madiun.

Hendriyanto juga menjelaskan, pada program Vaksinasi Massal untuk Pelajar ini disediakan sebanyak 2700 vaksin jenis Sinovac, yang kemudian dibagi untuk kedua lokasi tersebut. 1500 vaksin untuk SMP Negeri 4, sedangkan sisanya 1.200 vaksin di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa.

“Kalau di tempat kami, 1200 khusus untuk pelajar. Kemudian akan kami berikan kepada siswa dari tiga sekolah, yaitu 800 vaksin untuk siswa dari SMA Negeri 2, 200 vaksin untuk SMK Negeri 2, dan 200 vaksin untuk SMA Negeri 3 Taruna Angkasa,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi timbulnya kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi tersebut, pihak Panitia pun melakukan pembagian jadwal waktu penerimaan vaksin.

“Pelaksanaannya kami bagi menjadi dua sesi. Yang pertama jam 09.00 hingga 12.00 WIB. Kemudian istirahat sebentar, dilanjutkan lagi jam 13.00 WIB hingga selesai,” pungkas Hendriyanto. @Limad

 

Pos terkait