Heboh di Medsos, Siapakah Dokter Lois yang Anti-Masker dan Tak Percaya COVID-19?

Heboh di Medsos, Siapakah Dokter Lois yang Anti-Masker dan Tak Percaya COVID-19?

Ket Foto : Profile picture Dokter Lois Owien di Facebook (Istimewa)

Kartumerahnews.com – Media sosial (medsos) sejak lama dihebohkan dengan berbagai pernyataan kontroversial dari Dokter Lois Owien terkait Covid-19. Dokter yang mengaku ahli kecantikan ini menolak pemakaian masker dan mengaku tak percaya dengan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Tak cukup di situ, dr Lois juga menyebutkan bahwa pasien Covid-19 meninggal bukan karena penyakit Covid-19. Pasien-pasien ini meninggal karena keracunan obat yang diberikan oleh para dokter.

“Cuma karena kurang vitamin dan mineral, lansia diperlakukan seperti penjahat? Covid-19 bukan virus dan tidak menular!” cuitnya lewat akun Twitter @LsOwien dilansir dari Beritasatu.com, Minggu, (11/07/2021).

Tak jarang, cuitan dan status-status tulisannya menyerang koleganya sesama dokter. Ia sempat menyerang dokter spesialis jantung, Berlian Idris, dengan menyebutnya sebagai dokter hoax akibat berbeda pendapat seputar pengobatan Covid-19.

Belum lagi ia kerap mengata-ngatai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). dr Lois juga kerap bersumpah serapa terhadap siapa saja yang dianggapnya bagian dari konspirasi Covid-19. Mulai dari pemerintah, Bill Gates, sampai para tenaga kesehatan yang berupaya memberikan edukasi di media sosial.

Dari penelusuran Beritasatu.com, ditemui fakta bahwa dr Lois merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI). Ia lulus pada 2004 lalu. Setelah lulus dari FK UKI, ia melanjutkan pendidikan anti aging hormone medicine di Malaysia.

Untuk data-data lain, tak dapat ditemui apapun dari laman medsosnya. Namun, dari penelusuran di website Konsil Kedokteran Indonesia, terkuak bahwa Surat Tanda Registrasi (STR) dr Lois sudah kedaluwarsa sejak 2017, jauh sebelum pandemi.

STR sendiri merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Tenaga kesehatan yang telah memiliki STR dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.

Dalam penelusuran yang dilakukan akun @anasanti_mila di Twitter, tampak bahwa STR dr Lois sudah kedaluwarsa. Dari situ terlihat juga bahwa dr Lois berlokasi di Tarakan, Kalimantan Utara.

Meski begitu, banyak yang percaya dengan apa yang dikatakan dr Lois di medsos. Tak sedikit orang yang menyamakannya dengan Jerinx SID, yang sama-sama percaya dengan konspirasi di balik Covid-19. Namun, karena dr Lois adalah dokter, segala omongan, resep, dan cuitannya dianggap benar-benar serius.

Pamornya pun terus melesat, terutama setelah ia menjadi bintang tamu dalam acara “Hotman Paris Show” di Inews TV. Video-video pernyataannya yang kontroversial dan nyeleneh pun viral di masyarakat dan dijadikan panduan para anti-Covid-19 untuk membenarkan diri.

Kini, dr Lois akan dipanggil oleh IDI untuk dimintai penjelasan tentang tudingannya bahwa pasien Covid-19 meninggal karena obat, bukan karena Covid-19. Bagaimana hasilnya? Mari kita tunggu bersama. (BC/MC)