Halangi Wartawan Meliput, LBH Medan: Tindak Tegas Oknum ASN RSJ Prof. Ildrem Sumut

Halangi Wartawan Meliput, LBH Medan: Tindak Tegas Oknum ASN RSJ Prof. Ildrem Sumut

Ket Foto : Oknum ASN di RSJ Medan mencoba merampas handphone milik wartawan.

Kartumerahnews.com –  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyesalkan perbuatan penghalangan liputan terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Rumah Sakit Jiwa Prof. Ildrem Sumut berinisial WK.

Bacaan Lainnya

Direktur LBH Medan, Ismail Lubis didampingi Irvan Saputra dan Maswan Tambak melalui siaran pers menyampaikan, tindakan arogansi tersebut dilakukan WK karena tidak minta izin untuk mengambil gambar di wilayah RSJ Prof. IIdrem Sumut.

Diketahui, pada saat peristiwa tersebut, para awak media juga telah menjelaskan baru saja selesai meliput vaksinasi perdana ODGJ di RSJ tersebut. Setelah mencoba menjelaskan, oknum tersebut justru menantang duel.

“Tindakan oknum tersebut justru merupakan tindakan penghalang-halangan yang melanggar ketentuan jurnalistik bahkan ada hukuman pidana terhadapnya jika mengacu pada pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” kata Ismail Lubis.

Ia menyebutkan, selain itu di masa pandemi COVID-19, peran media sangat dibutuhkan masyarakat untuk keperluan informasi tentang Covid-19 terlebih di klaster RSJ, karena tengah santer dibahas di masyarakat.

Menurutnya lagi, wartawan berada di posisi penting membantu pemerintah menyampaikan informasi oleh karenanya tindakan oknum tersebut sebagai ASN justru bertentangan dengan spirit pemerintah dalam pencegahan Covid-19.

“LBH Medan sangat menyesalkan, sehingga perlu ada tindakan tegas terhadap oknum WK tersebut, apalagi sampai dengan mengajak duel,” tegasnya.

Direktur LBH Medan ini meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan seluruh Bupati/Wali Kota di Sumatera Utara serta jajarannya, memastikan tidak boleh ada penghalang-halangan terhadap wartawan tanpa terkecuali, terlebih lagi wartawan peliput berita COVID-19.

Dikatakannya, tidak bisa dipungkiri, dalam menginformasikan tentang perkembangan penanganan Covid-19 jika tanpa keterlibatan media tentu pemerintah juga akan kewalahan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat terkait virus yang mematikan ini.

“Kedepan seluruh jajaran pemerintah di Sumatera Utara penting untuk melakukan edukasi tentang Pers kepada para ASN terutama ASN dengan jabatan yang cenderung sering bersentuhan dengan rekan media. Supaya oknum-oknum ASN nya lebih mengedepankan argumentasi daripada emosi,” pungkasnya. 


[cut]

Video Oknum ASN RSJ Prof Ildrem Diduga Halangi Wartawan Meliput Viral di Medsos


Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seorang oknum ASN Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Sumut terlibat cekcok dengan wartawan yang meliput proses vaksinasi di sana. Video tersebut viral di media sosial.

Di video yang beredar, tampak oknum ASN menghalangi awak media yang sedang mengambil gambar proses vaksinasi. Dia kemudian memaksa para jurnalis untuk menghadap ke kantornya.

Para awak media menolak permintaan ASN itu dan mengatakan kedatangan mereka merupakan undangan dari direktur rumah sakit. ASN yang terpancing emosi, berupaya mengambil smartphone milik salah seorang jurnalis.

Kemudian, petugas RSJ lain datang ke lokasi mencoba melerai. Dia mengatakan bahwa para awak media sudah memenuhi izin dan diminta langsung oleh direktur rumah sakit.

Riski Cahyadi, salah seorang wartawan yang terlibat cekcok, menceritakan awal mula kejadian. Saat itu, ia dan para jurnalis lain sedang bersiap untuk pulang usai melakukan peliputan proses vaksinasi di rumah sakit. Tiba-tiba, Wahyu mendatangi mereka sambil mempertanyakan izin peliputan.

“Kami diadang sama ASN itu. Dia malah mempertanyakan izin kami. Sudah kami jelaskan, tapi ASN itu malah bertindak arogan,” kata Riski.

Ia juga mengatakan, WK sempat berupaya merampas kamera miliknya dan memaksanya untuk menghapus file di kamera.

“Kamera saya beberapa kali berupaya untuk dirampas, saya terus mempertahankannya, file gambar saya liputan juga diminta untuk dihapus,” ungkapnya.

Direktur RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem, Ria Novida Telaumbanua, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman. Dirinya akan menegur pegawai yang terlibat tersebut.

“Saya sudah menerima mereka (jurnalis) tadi pagi dengan baik dan jika ada staf yang kurang baik, saya akan menegur agar lebih baik,” ujarnya. (MC/Red

Pos terkait