Dugaan Mesum di Siang Bolong, Kontrol Sosial Harus Diperketat

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Maraknya kriminalitas yang terjadi di Makassar selama bulan Ramadan semakin menjadi-jadi. Mulai dari tawuran antar kelompok warga, kumpul kebo hingga aksi balap liar.

Misalnya yang terjadi Selasa siang (27/4/2021), sejumlah pemuda digerebek oleh aparat kepolisian di sebuah pondok di Jalan Baiturrahman, Kecamatan Panakkukang.

Terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Bahkan parahnya salah seorang perempuan ditemukan dalam kondisi setengah telanjang. Beberapa dari mereka ternyata masih di bawah umur. Warga sekitar curiga adanya aksi kumpul kebo di pondok tersebut.

Fenomena tindakan tak terpuji ini menuai sorotan Legislator Makassar, Syamsuddin Raga. Ia mengimbau kepada pemilik usaha pondokan, wisma, penginapan dan sejenisnya untuk tidak sekedar mengejar keuntungan tapi menabrak norma-norma yang ada.

“Menurut saya ini ada kelalaian pemilik pondokan, dia harus punya dasar hukum jelas, harus ada aturan dalam menjalankan usahanya. Jangan hanya memikirkan tingkat keterisian kamarnya. Jangan pula memberi peluang kegaiatan tidak terpuji. Apalagi saat bulan suci Ramadan,” sorot Politisi Perindo itu saat dihubungi, Selasa (27/4/2021) malam.

Selain para muda mudi yang diduga berbuat mesum, Anggota Komisi Hukum DPRD Makassar itu meminta pemilik usaha penginapan juga dimintai keterangan atau setidaknya ditindak.

Karena jika ini dibiarkan, tak menutup kemungkinan akan terulang lagi kasus serupa. Syamsuddin juga mendorong aparat kepolisian, lurah hingga RT/RW menggiatkan kontroling atau pengawasan di wilayahnya.

“Pemilik harus ditindak. Pemerintah setempat harus menggiatkan pengawasan dan kontrol terhadap rumah kos, penginapan, wisma. Sehingga tidak jadi tempat esek-esek. Ini meresahkan,” tukasnya.

Tak ketinggalan terhadap warga setempat untuk tidak segan-segan melapor ke aparat terkait jika menemukan indisikasi perbuatan terlarang di lingkungan mereka.

“Masyarakat yang berdomisili di situ harus berani melapor jika lingkungannya terindikasi ada tindak tidak terpuji,” pungkas Syamsuddin.

Sumber: Fajar

Pos terkait