Dua Kasus Gantung Diri Terjadi Selama Ramadan di Gowa

kartumerahnews.com – Dua kasus gantung diri terjadi di Kabupaten Gowa. Peristiwa mengerikan ini terkuak dalam waktu berdekatan selama bulan suci ramadan tahun ini.

Peristiwa pertama terjadi di salah satu perumahan di Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, pada Kamis (6/5/2021) pukul 18.00 WITA.

Korban berinisial TW, 30 tahun yang mencoba berupaya ingin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya itu.

“TW mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah tangga rumahnya, untung sang istri dibantu sama warga berhasil menggalkan aksi sang suami tersebut,” kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Abdul Jamal kepada wartawan.

TW nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengikat lehernya dengan seutas tali, hingga aksinya itu digagalkan. Sayangnya, saat tali itu akan dilepas, TW terjatuh hingga kepalanya lebih dulu terbentur ke lantai.

“Dia (TW) gantung diri dibawa tangga dalam rumahnya kemudian istrinya lihat dan minta tolong ke tetangga pada saat dilepas talinya, TW jatuh, kepalanya kenna batuh dekat kulkas, ada batu merah di situ, di kepalanya juga luka robek,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, TW kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih intens. Pihak kepolisian sendiri masih mendalami motif TW melakukan aksi tersebut.

Peristiwa kedua terjadi di Jalan Karaeng Makkawari, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa Jumat dinihari (7/5/2021) sekitar pukul 02.00 wita.

Peristiwa ini adalah yang terparah karena korban yang berinisial HT, 60 tahun, lelaki yang berprofesi petani ini ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di rumahnya tersebut.

“Ada dua kasus gantung diri di wilayah kami. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap motif dari kasus tersebut. Terkait korban yang masih dalam penanganan medis akan menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti dan berharap korban bisa selamat,” tandas perwira polisi satu melati ini. 

Sumber: Fajar

Pos terkait