Ditengah Ancaman Wabah, Petani di Cilaku Siap Jaga Ketahanan Pangan

Ditengah Ancaman Wabah, Petani di Cilaku Siap Jaga Ketahanan Pangan
Gambar: Ilustrasi petani.

Cianjur, Kartumerahnews.com – Ditengah ekonomi yang lesu serta kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran wabah Covid-19, muncul setitik harapan baru dari petani.
Sejumlah petani di Kabupaten Cianjur tengah menanti panen ditengah wabah Covid-19. Menjelang seratus hari dati masa tanam, dalam kesehariannya Mereka tetap menjalankan aktivitas pertaniannya demi menjaga kualitas dan hasil padi guna ketahanan pangan.
Gambar: Potret padi yang dalam kurun hitungan hari siap di panen.

Salah satu yang menanti hari panen tersebut yakni Dadam, seorang petani asal Kampung Ciharashas Desa Sirna Galih, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, bercocok tanam ditengah wabah serta harga pupuk yang naik turun rupanya menjadi kendala tersendiri bagi para petani, namun hal tersebut tidak terlalu Ia hiraukan bahkan petani handal ini menjadikan persoalan tersebut sebagai sebuah tantangan yang mesti Ia hadapi dengan beragam cara guna mendapatkan hasil panen sesuai yang diharapkan. Meski demikian Ia pun menyadari bahwa ada kemungkinan ancaman kerugian tengah mengintainya.
Tidak ambil pusing, Dadam beserta rekan-rekan taninya tetap melakukan sebagaiman biasanya seperti melakukan pemupukan serta merawat padi agar terhindar dari gangguan hama.
“Alangkah bahagianya sesuai dengan hasil kerja keras dan perjuangan sebagai seorang petani, Kami merasa bermanfaat bagi orang banyak khusunya wilayah Cianjur maupun luar daerah karena dengan hasil panen yang dapat Kami jual banyak orang yang dapat menikmati beras Cianjur yang terkenal masyhur juga sebai wujud Kami dalam membangun ketahanan pangan” ungkap Dadam yang dikenal sebagai petani ulet ini pada Jum’at (25/6/21).
Dalam penanamannya, Dadam beserta rekan taninya menanam padi jenis IR dengan istilah 6-4 atau bibit padi 10 sebagai bibit andalan mereka. (H. Asep MR)

Pos terkait