Dispar Makassar Bakal Usut Tuntas Prakter Pungli di Pantai Losari

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Sejumlah pedagang di sekitar Anjungan Pantai Losari Kota Makassar mengeluh sebab maraknya aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum mengatasnamakan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Losari.

Salah satu pedagang di losari, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian tersebut sudah berlangsung sekira setahun.

Pungutan yang dilakukan tersebut, lanjutnya, dengan meminta uang dengan jumlah bervariatif. Apalagi aksinya tidak menggunakan karcis resmi.

Adapun bentuk pungli berdasarkan pengakuan pedagang di Anjungan Pantai Losari, yakni gerobak dipungut Rp10.000/hari, asongan dipungut Rp5.000 setiap harinya.

Sementara jumlah pedagang di Pantai Losari yang aktif sebanyak 155 pedagang, terdiri dari gerobak sebanyak 130 buah dan asongan berjumlah 25.

Oleh karena itu, sejumlah pedagang di kawasan tersebut berinisiatif untuk melaporkan hal itu ke Wali Kota Makassar atau ke instansi terkait yakni Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar.

“Setiap hari kita disuru bayar segitu, sekarang kondisi covid-19 kami semakin menjerit. Belum lagi kita bayar untuk uang kebersihan,” ujar pedagang tersebut.

Aksi pungli di kawasan Anjungan Pantai Losari sempat direkam oleh para pelaku, kejadiannya sekitar 4 minggu lalu.

Menanggapi itu, Plt Kepala Dispar Kota Makassar, Muhammad Roem mengaku, mendapatkan laporan terkait adanya pungli terhadap pedagang di Losari.

Padahal, kata Roem di kawasan tersebut tidak ada sama sekali diberikan pungutan kepada para pedagang, sehingga penarikan pungutan dalam bentuk apapun adalah ilegal.

“Saya juga sudah liat itu video, dan saya sudah perintahkan kepada kepala UPTD untuk mencari dan mengusut tuntas persoalan itu. Kalau perlu dilaporkan,” ungkap Roem.

Menurut Roem, meskipun kejadian di video itu sudah berlangsung lama namun perlu dilakukan pengusutan, sebab itu sangat meresahkan para pedagang, apalagi pungli itu sudah mengatasnamakan UPTD Losari.

“Itu harus di proses sesuai ketentuan, kalau memang UPTD tidak terlibat disitu harusnya dilaporkan, ini sudah merusak tatanan pemerintahan,” tutur roem.

Dia mengimbau kepada seluruh pedagang untuk terus berkoordinasi dan melaporkan segera jika ada peristiwa serupa terjadi lagi.

Pos terkait