Dinsos Jatim beri pendampingan puluhan anak kehilangan figur orang tua akibat COVID-19

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Gerak cepat petugas Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang baru diluncurkan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur telah berhasil mendata sementara anak yang kehilangan figur keluarga karena COVID-19 di Kota Malang.

Sebanyak 25 anak yang rata-rata masih berusia dibawah 5 tahun itu kehilangan figur keluarga orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinsos Jatim Dr. Alwi, M.Hum menyampaikan, bahwa pendataan ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Khofifah Indar Parwansa. Anak-anak tersebut harus mendapat bantuan dan perhatian.

“Ini dalam rangka menindak lanjuti arahan Ibu gubernur. Saat ini tidak sedikit anak yang kehilangan figur utama di keluarga mereka. Oleh sebab itu kita harus hadir melihat bagai mana kondisi psikologi mereka, apa lagi anak-anak di usia mereka yang masih dibawah lima tahun. Jadi bagaimana psikologi mereka, psikososial seperti apa, anak-anak harus sekolah, jangan berhenti! Anak-anak harus terpenuhi kebutuhan pribadi mereka, oleh sebab itu ibu Gubernur memerintahkan kami,” terangnya usai memberikan bantuan kepada anak di UPT UPT Peningkatan Tenaga Kesejahteraan Sosial (PTKS) Dinsos Malang, Jumat (06/08/2021).

Alwi menyampaikan, untuk penanganan anak kehilangan figur orang tua ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi di daerah.

“Tentu kami berkoordinasi dengan teman-teman, baik dengan di dinsos provinsi dan Dinsos daerah setempat. Mereka itu (anak kehilangan figur keluarga) bagian dari cinta kita bersama. Hari ini kita melakukan untuk 25 anak, tetapi ini nanti akan berkelanjutan, cuma caranya saja yang berbeda. Kalau hari mereka di hadirkan, maka selanjutnya kita sendiri yang akan mendatangi langsung. Pada prinsipnya anak-anak tidak berhenti sekolah,” katanya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Malang (Dinsos P3Ap2KB) Penny Indriani mengatakan, sesuai data sementara saat ini ada sekitar 47 anak di wilayahnya yang kehilangan figur orang tua akibat pandemi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 yang mendapat penanganan terlebih dahulu. “Data sementara terkumpul 47 anak, namun saat ini kita sampaikan 25 anak dulu nantinya berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad Taufik Afandi, salah satu anak terdata sebagai anak kehilangan figur orang tua mengaku senang mendapatkan perhatian dan bantuan ini.

Ibu dari bocah kelas 2 SD ini meninggal dunia karena COVID-19.@Fredy

 

Pos terkait