Diduga Terpeleset di Empang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

kartumerahnews.com – SU, bocah delapan tahun ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir empang di Dusun Panambungan, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Jumat pagi, 2 April.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban meninggal setelah diduga terpeleset di empang.

Kepala Dusun Pannambungan, Ilyas Supu mengatakan kronologisnya berawal saat korban bermain di pinggir empang dekat pemukiman warga saat hujan deras.

Namun karena hujan deras sehingga warga lebih memilih tinggal di dalam rumah dan tidak ada yang melihat korban saat terjatuh.

Dia mengatakan awalnya korban sempat bermain hujan bersama temannya Kamis pagi. Setelah itu dia sempat kembali ke rumahnya saat duhur untuk mengganti pakaian dan makan.

“Setelah makan dan ganti pakaian, korban ini sempat meminjam HP kakaknya beberapa saat. Selanjutnya sang kakak yang kemudian ingin belajar meminta HP tersebut,” katanya.

Tetapi si adik yang tak terima itu malah merajuk dan keluar dari rumahnya lewat pintu belakang.

“Jadi memang biasa korban kalau marah suka bersembunyi. Tapi tidak lama paling satu atau dua jam dia sudah kembali ke rumah. Sehingga orang tuanya juga berpikir itu hal biasa jadi tidak langsung mencari korban, karena biasanya juga kalau dicari korban tidak mau pulang,” jelasnya.

Namun hari semakin sore dan hujan juga tak kunjung reda sehingga orangtua nya pun mulai khawatir.

Sehingga dilakukan penyisiran diempang sekitar pemukiman karena ada yang melihat korban sempat bermain sendiri di pinggir empang.

“Ada warga yang sempat tegur tapi tidak digubris. Dan karena hujan deras warga juga semua masuk ke rumahnya dan tidak memperhatikan korban masih bermain sendiri dan kemungkinan terpeleset,” ungkapnya.

Orang tua korban bersama warga pun melakukan penyisiran sejak sore hingga magrib dengan berkeliling kampung namun tak membuahkan hasil.

“Sehingga kami izin ke orangtua korban agar meminta bantuan ke BPBD untuk melakukan pencarian. Jadi semalam juga dilakukan penyisiran ulang dengan tim BPBD. Tapi tak berhasil menemukan korban dan pencarian dihentikan sementara,” ungkapnya.

Korban berhasil ditemukan Jumat pagi, 2 April sekitar pukul 06.45 Wita.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Nasrul mengatakan pihaknya menerima laporan masuk pada malam hari.

“Setelah menerima laporan kami mengerahkan sekitar 13 personel personel untuk melaksanakan pencarian terhadap korban. Korban berhasil ditemukan pagi hari sekutar pukul 06.45 Wita dan dilakukan proses evakuasi,” jelasnya.

Pos terkait