Diduga Gangguan Jiwa, Pelaku Penyerangan Mapolres Enrekang Bakal Dikirim ke RSKD Dadi

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Penahanan terhadap seorang lelaki berinisial BN, 25 tahun atas ulahnya yang sempat menyerang anggota di Mapolres Enrekang telah dilakukan pasca kejadian, Jumat (23/3/2021) kemarin.

BN ditangkap beberapa saat usai sempat menyerang polisi yang sedang berjaga di pintu masuk Mapolres Enrekang, Jalan Sultan Hasanuddin tersebut.

Selama ditahan, sanak keluarga dari BN memenuhi pemanggilan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Enrekang. Dia diperiksa dan mempertanyakan alasan BN nekat melakukan hal tersebut, dengan cara menghunuskan sebilah parang ke arah petugas penjagaan.

Setelah mendalami keterangan para keluarga, barulah diketahui ternyata warga Kecamatan Masalle ini memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang diduga kambuh.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan secara kejiwaan. Karena berdasarkan keterangan keluarga pelaku penyerangan, bahwa ada riwayat gangguan kejiwaan,” kata Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya, Selasa (30/3/2021)

Mengetahui bahwa BN punya riwayat gangguan kejiwaan, polisi pun langsung mempersiapkan segala keperluan administrasi agar BN segera dibawa ke RS Dadi, Kota Makassar untuk menjalani perawatan.

“Kami sudah menyiapkan administrasi ke RSKD Provinsi Sulsel untuk pemeriksaan kejiwaan terhadap si pelaku, dan pelaku saat ini sudah di sana,” jelas perwira polisi dua melati ini.

Saat ini pun penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap BN oleh tim dokter, untuk lebih memastikan pelaku benar-benar mengidap gangguan kejiwaan.

Jika terbukti pelaku BN sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit seperti yang dikatakan oleh keluarganya, polisi akan menerapkan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Untuk lebih lanjut apakah pelaku penyerangan mengalami gangguan kejiwaan atau tidak, kita tunggu hasilnya setelah di lakukan proses pemeriksaan kejiwaan oleh dokter,” jelas AKBP Andi.

Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian telah mengamankan BN. Dia ditahan karena sempat berusaha menyerang anggota di pintu penjagaan Polres Enrekang, Jumat (27/3/2021) pukul 07.45 WITA lalu.

Tak tanggung-tanggung, warga asal Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang ini nekat menghunuskan sebilah parang miliknya ke arah petugas penjagaan pagi tadi.

Orang nomor satu di Polres Enrekang ini menjelaskan, pada pagi hari itu, seorang anggota penjagaan di pintu masuk Polres Enrekang, menerima kedatangan BN yang menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DD 5038 BG.

Setelah itu, BN turun dari motornya dan bertanya kepada seorang penjaga di pintu masuk Polres Enrekang. BN pun bertanya lokasi pengurusan SIM kepada anggota tersebut.

“Ada yang bisa dibantu pak? Apa yang mau diurus?,” kata AKBP Andi, yang menirukan perkataan anggotanya saat awal kejadian.

Tak lama basa-basi dengan petugas jaga itu, BN langsung berteriak yang seakan-akan menantang aparat kepolisian di Polres Enrekang.

“Saya tidak takut sama polisi,” tambah AKBP Andi, yang juga menirukan suara pelaku BN saat mulai menyerang anggotanya pagi tadi.

Lelaki BN mengucapkan kata seperti itu dengan suara lantang sambil mengeluarkan sebilah parang dari pinggangnya.

Pada saat itu juga, beberapa anggota Polres Enrekang yang baru saja selesai olahraga pagi, kaget melihat aksi nekat BN. Dengan kesigapannya, mereka langsung mencegat dan menggagalkan aksi BN.

Polisi berhasil menggagalkan aksi warga Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang itu dalam kurun waktu yang hanya beberapa menit saja. Setelah itu, BN dan sebilah parang miliknya diamankan dan dibawa masuk ke ruang pemeriksaan Polres Enrekang.

Pos terkait