Dewan Pers Tanggapi Kasus Penahanan Asrul Wartawan Berita.News

  • Whatsapp

Kartumerahnews.com–

 Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairuddin Bangun, menanggapi perihal penahanan terhadap wartawan media online berita.news Muhammad Asrul (34)

Dia menegaskan, penahanan terhadap wartawan terkait pemberitaan adalah bagian dari kriminalisasi, karena bertentangan dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan MoU Dewan Pers dengan Kapolri.

“Sikap Dewan Pers adalah wartawan dan media tidak bisa dikriminalisasi karena produk jurnalistik. Yang merasa dirugikan, silakan mengadu ke Dewan Pers, dan polisi juga menghargai MoU Dewan Pers dan Kapolri bila ada pengaduan tentang karya jurnalistik,” kata Hendry melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Sabtu, (8/2/2020)

Hendry mengingatkan agar wartawan mengedepankan profesionalismenya dalam menjalankan tugas, sebagai pilar keempat demokrasi.

“Secara umum, wartawan harus bekerja profesional, menulis berita sesuai Kode Etik Jurnalistik dan kaidah-kaidah jurnalistik agar terhindar dari persoalan hukum,” ucapnya.

Terkait pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan Muhammad Asrul, Dewan Pers belum bisa memastikan lantaran banyaknya pengaduan yang sudah masuk.

“Saya tidak ingat, ya, karena ada 800-an pengaduan,” tutur Hendry

Diketahui, Asrul hingga kini masih menjalani penahanan di tahanan Polda Sulsel, Makassar.

Asrul ditahan sejak 29 Januari 2020, setelah sebelumnya dilaporkan Farid Kasim Judas, putra wali kota Palopo

Muhammad Asrul ditahan atas tulisan berisi dugaan korupsi Kasim yang ditulis Asrul dan dimuat di Berita.news

Dia pun terancam dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Aksi protes dan solidaritas atas penahanan Asrul terus disuarakan dan dilakukan oleh sejumlah organisasi wartawan di Sulawesi Selatan

(RS)

Pos terkait