Cerita Korban Kebakaran di Bulan Ramadan, Anaknya yang Suka Tidur, Lolos dari Kepungan Api

  • Whatsapp

kartumerahnews.com – Hasma, 38 tahun hanya bisa pasrah. Dia menjadi korban kebakaran di Jalan Badak, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Minggu (18/4/2021) pukul 14.00 WITA.

Yang seharusnya, bulan Suci Ramadan sebagai momen mencari suka, justru harus mengalami duka. Rumah miliknya ludes dilalap api. Harta benda dan surat lainnya lenyap tak tersisa.

Namun itu hanyalah materi semata. Tidak ada yang lebih berharga selain nyawa. Anaknya yang berusia sekitar tujuh tahun selamat dari kepungan api. Padahal, buah hatinya itu lebih sering tidur di rumahnya selama Ramadan saat siang bolong.

“Kebetulan saya keluar cari makanan untuk buka puasa di pasar. Untung ini anakku yang biasa tidur saat puasa tidur,” kata Hasma di lokasi kejadian.

Selama ini, dia tinggal bersama dengan tiga orang anaknya. Namun selama ramadan, dua anaknya lain saat ini lebih banyak tinggal di rumah neneknya. Sehingga mereka juga lolos dari kobaran api.

“Saya tiga orang di rumah. Kebetulan anak-anakku (yang lain) ada di rumah neneknya. Anakku selamat ji,” jelasnya kepada wartawan.

Saat ini, Hasma bingung harus memulai dari mana pasca peristiwa itu menimpa dirinya. Rumah dan surat berharga lainnya kini sudah menjadi debu.

Untuk sementara waktu, ia tinggal di rumah sanak keluarganya. Sambil mencari solusi agar ia bisa kembali hidup aman dan nyaman di rumah yang ia anggap sebagai istana keluarganya.

“Rumahku juga kena yang paling belakang. Samping kantor lurah. Habis (rumah dilalap api). Biar surat-surat tak ada yang bisa saya selamatkan,” ujar Hasma, sambil menatap ke arah api, yang masih melalap rumahnya siang tadi.

Api pertama kali muncul sekitar pukul 14.00 WITA hingga menjalar ke beberapa bangunan lain di kawasan padat penduduk itu, berhasil dipadamkan oleh 70 personel Damkar Makassar.

Atas kejadian itu, sebanyak tujuh rumah milik warga yang bermaterial kayu, kini ludes terbakar. Ditambah lagi atap salah satu warkop dan atap sebuah resto di sana juga ikut dilalap si jago merah.

“Tujuh rumah ludes terbakar. Ada juga sebuah kafe dan sebuah resto. Tapi bagian atapnya saja. Korban jiwa tidak ada. Penyebabnya juga masih didalami,” kata Plt Kadis Damkar Makassar, Hasanuddin di lokasi kejadian.

Dalam peristiwa ini, 15 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki, dan 70 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun sesampainya di sana, personel harus naik ke atap rumah warga agar bisa memadamkan api.

Personel juga mendapat bantuan dari warga sekitar untuk memadamkan api yang terjadi di bulan suci ramadan ini. Mereka berjibaku membawa air menggunakan alat seadanya demi api bisa padam.

“Api padam sekitar pukul 16.10 WITA. Setelah itu kami kembali ke markas untuk siap kembali menerima laporan,” tandas Hasanuddin. 

Pos terkait