Bulan Suro di masa pandemi, Bupati Magetan : Bukannya kami melarang, tapi …

LensaIndonesia.com

Kartumerahnews.com,: Bupati Magetan Suprawoto hadiri gelaran Rapat Koordinasi dalam rangka Agenda 1 Muharam 1443/ tahun 2021 yang digelar di Mapolres Magetan, Jumat (6/8/2021) pagi.

Tampak hadir dalam agenda tersebut, Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, Dandim 0804 Letkol Inf. Ismulyono Tri Widodo, dan seluruh jajaran PJU (pejabat utama) Polres Magetan, serta sejumlah perwakilan dari perguruan pencak silat.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat, Suprawoto mengungkapkan, saat ini Magetan tengah berada dalam kondisi pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat seluruh lapisan masyarakat wajib untuk mematuhi kebijakan pemerintah dalam ketetapan PPKM level 4.

“Pandemi sedang buruk-buruknya. Maka dari itu, Magetan harus menerapkan PPKM level 4. Banyak indikator yang harus dijalankan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sesi usul saran, kesempatan bicara untuk menyampaikan aspirasi diberikan kepada perwakilan dari Perguruan Pencak Silat yang turut hadir dalam kegiatan Rakor tersebut.

“Dari korlap (koordinator lapangan), saya berharap agar untuk pelaksanaan pengesahan tetap ada, karena sudah menjadi adat PSHT. Pengesahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mohon ijin untuk tetap diadakan pengesahan,” ujar salah seorang perwakilan dari PSHT yang enggan disebutkan namanya.

Suprawoto menjawab usulan tersebut dengan bijak, pihaknya meminta kepada seluruh anggota perguruan khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk memahami keadaan saat ini yang tengah dilanda wabah Covid-19.

“Memahami kondisi saat ini, semua menunda kegiatan berpotensi massa banyak. Kami memohon supaya tidak ada kecemburuan, jadi semua ditiadakan. Kita hanya menunda untuk dilaksanakan,” tutur orang nomor satu di jajaran Pemkab Magetan tersebut.

Dalam Rakor tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan, bahwa dari masing-masing perguruan tidak mengadakan kegiatan apapun pada bulan Suro 2021. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh perguruan-perguruan pencak silat tersebut.

Perwakilan dari PSHT yang lain, Nanang, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tanggungjawab yang sama dalam menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif.

“Kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam melindungi masyarakat. Peniadaan pengesahan tidak hanya berlaku di Magetan, jadi ini berlaku juga di semua wilayah. Apapun program yang kami rencanakan, tapi kami tetap patuh pada aturan pemerintah dan Ketua Umum,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang terpisah, kepada Lensaindonesia.com, Bupati Suprawoto mengatakan, tradisi Suroan atau Suran Agung adalah bentuk kearifan lokal yang layak untuk dilaksanakan dan dilestarikan. Namun, kondisi mengharuskan seluruh lapisan masyarakat patuh kepada kebijakan pemerintah untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Magetan.

“Bukan berarti kami melarang sama sekali, tapi kondisi yang menyebabkan kita harus sepakat bahwa kebijakan harus dipatuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengungkapkan, Polres Magetan akan mengambil tindakan lebih intensif untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan guna meminimalisir meluasnya paparan Covid-19.

“Kita akan siagakan personel di titik-titik berpotensi kerawanan penularan Covid-19, dengan patroli yang lebih intensif. Hal ini untuk meminimalisir penularan Covid-19, ” ungkapnya.

Orang nomor satu di jajaran Polres Magetan itu juga menambahkan, terkait bulan Suro 2021, pihaknya belum menginstruksikan untuk menambah titik penyekatan untuk mengantisipasi timbulnya massa dengan jumlah banyak. Perihal tersebut akan menjadi bahan evaluasi hingga PPKM level 4 berakhir. @Limad

 

Pos terkait