Britney Spears vs 'Conservatorship': “Saya Trauma, Tidak Bahagia”

Britney Spears vs 'Conservatorship': “Saya Trauma, Tidak Bahagia”
Kartumerahnews.com,.COM – Britney Spears pada Rabu (23/6) berbicara di pengadilan terkait kasus conservatorship atau perwaliannya. 
Melalui sambungan telepon, penyanyi berusia 39 tahun itu berbicara selama 20 menit dan meminta agar pengadilan mencabut conservatorship yang dikenakan padanya selama hampir 13 tahun.  
Apa permohonan Britney kepada hakim? Kepada hakim Brenda Penny, Britney, seperti yang dikutip CNN bersaksi, “Saya hanya ingin kehidupan saya kembali. Saya bukan budak siapapun.” 
Britney juga menyampaikan bahwa unggahannya di akun Instagram yang menyatakan bahwa hidupnya bahagia, sebagai sebuah kebohongan. .”… sebenarnya saya trauma, saya tidak bahagia, saya tak bisa tidur,” kata Britney.  
Britney, seperti dikutip Reuters, juga mengatakan bahwa ia dipaksa oleh para walinya untuk menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mental dengan biaya $60 ribu atau sekitar Rp868 juta per bulan. Hal ini terjadi sebulan setelah ia membatalkan pertunjukan tetapnya di Las Vegas pada 2019. 
“Saya sangat percaya conservatorship ini kejam,” tegas Britney.  
Britney juga meminta kepada hakim agar diperbolehkan membentuk keluarga dan punya anak bersama kekasihnya, Sam Asghari. 
Ia mengatakan, conservatorship melarangnya melakukan dua hal tersebut. 
“Supaya saya tidak hamil, ada IUD (alat kontrasepsi -red) yang dipasangkan di dalam tubuh saya. Saya ingin mencabut IUD itu supaya saya bisa mencoba memiliki anak lagi,” kata Britney. 
Britney meminta kepada hakim agar permohonan soal perwaliannya ini didengar dan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya oleh pengadilan. 
Ia mengatakan bahwa dalam sidang terakhirnya dua tahun lalu, pengadilan tidak memperdulikan ucapannya. 
“Terakhir kali saya berbicara… membuat saya merasa ‘mati’, saya tidak dianggap… saya dianggap berbohong.” kata Britney.  
Free Britney Saat sidang berlangsung, sejumlah penggemar menggelar aksi menuntut agar pengadilan memberikan kebebasan bagi Britney Spears untuk bertindak dan membuat keputusannya sendiri, dengan tagar #FreeBritney.  
Tagar ini kembali ramai, salah satunya setelah film dokumenter “Framing Britney Spears” dirilis pada bulan Februari lalu.  
Para penggemar percaya, conservatorship atas Britney Spears justru membuat Ia sering mengalami masalah tekanan dan kesehatan mental karena tidak punya kebebasan atas hidupnya sendiri. 
Bahkan, para penggemar yakin bahwa Britney kerap memberikan kode minta tolong dalam unggahannya di media sosial.  
Seusai sidang, sejumlah selebritas memberikan dukungan kepada Britney Spears. 
Penyanyi Justin Timberlake, dalam akun Twitternya menulis, “Tanpa memandang yang terjadi di masa lampau, baik atau buruk, dan tak peduli selama apa pun itu… apa yang terjadi pada dia (Britney) sungguh tidak adil.” 
Sementara, Mariah Carey mencuit, “Kami sayang padamu, Britney!!! Tetap tegar!” Apa itu Conservatorship? Conservatorship merupakan konsep hukum perwalian di Amerika Serikat, di mana pengadilan akan menunjuk wali atau pengampu atau guardian atas seorang individu yang dianggap tidak bisa membuat keputusannya sendiri. 
Biasanya, conservatorship ditujukan untuk kelompok lansia, penderita demensia, atau gangguan kejiwaan.  
Sejak 2008, pengadilan memutuskan Britney harus berada dalam conservatorship karena dianggap memiliki gangguan mental dan tidak sanggup mengelola aset pribadi. 
Sejak saat itu, ayahnya, Jamie Spears, yang mengatur semua aspek kehidupannya, baik pribadi maupun keuangan.  
Pada 2019, Jamie Spears mundur karena alasan kesehatan dan Jodi Montgomery ditunjuk sebagai guardian sementara. Namun, Britney meminta pengadilan untuk menjadikan Jodi guardian permanen. 
Melalui pengacaranya, Britney juga meminta agar ayahnya tidak lagi dilibatkan untuk urusan karirnya. [mr/dw]
Oleh: VOA

Pos terkait