Benarkah? Dibalik Penganiayaan Aktivis Lsm di Je’neponto Ada ‘Pejabat’ Terlibat

  • Whatsapp
Korban Saat Dilakukan Pemeriksaan Oleh Tim Medis Rs Bhayangkara

Kartumerahnews.com – Supryadi Tompo Aktivis Lsm yang jadi korban Penganiayaan yang dilakukan Inisial (Gj) diduga pereman bayaran seorang pejabat pada minggu malam 16/02/2020 Lalu

Ironisnya Penganiayaan Yang di alami aktivis Lsm itu terjadi di halaman rumah jabatan Bupati je’neponto

Disaat Bupati Je’neponto akan malakukan persiapan hajatan menerimah Lamamaran Bupati Konawe Untuk Kedua Anaknya

Tapi kini pelaku (Gj) Sudah mendekam dan merasakan dinginnya di balik jeruji besi polres jene’ponto pada tanggal 20/02/2020

Hal itu dibenarkan Iptu Nasalaruddin KBO Polres Je’neponto Jika Pelaku Sudah ditahan dan membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut dihalaman Rumah jabatan Bupati je’neponto. Katanya di depan awak media, aktivis dan lsm Belum lama ini.

Kr Baji Istri korban mendatangi kantor Polres Jene’ponto untuk memastikan keberadaan pelaku dan bertanya kepada pelaku.

Istri korban Bertanya kepelaku (Gj) Berkata “apa sebabnya sehingga kamu memukul Suami Saya” tanyanya

“Saya Habis minum dan disuru untuk memukul kareang Tompo dengan Janji akan di bayar 1 juta rupiah. Jawab pelaku

Kumudian istri korban Kembali bertanya “siapa yang suruh Kamu” tanyanya lagi

Lalu pelaku menyebut nama pejabat aktive dan anak seorang pejabat yang bertugas di jeneponto untuk melakukan penganiayaan ke korban. Ucap Kr Baji Istri korban menirukan kata pelaku. saat dikonfirmasi olek awak media. 23/02/2020

Sebelumnya Banyak Beredar pemberitaan di media Online, beberapa kecaman datang dari lembaga, ormas dan forum komonitas jurnalis (FKJ) atas tindakan pelaku tersebut, mereka geram terkait adanya penggiat anti korupsi dianiaaya

“Aksi solidaritas akan kembali kami lakukan oleh beberapa lembaga dan mahasiswa mendesak penegak hukum menangkap otak di balik peritiwa tersebut. Ungkap Asrul Ketum Dpp Likma Indonesia

“Kami berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga kemeja hijau, agar pelaku dan otak dari pelaku penganiyaan itu bisa di hukum setimpal dengan perbuatannya sesuai UU yang berlaku. tegas ketum Likma

(Tim)

Pos terkait