Asosiasi UMKM Mutiara Timur Prihatin Dengan Nasib Nelayan Di Bone

  • Whatsapp

Kartumerahnews.com – Penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan yang termasuk dalam kategori pukat hela dan pukat tarik, termasuk cantrang tak lagi diperbolehkan terhitung sejak 1 Januari 2018.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan API Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Dengan terbitnya larangan tersebut masih terus menyisakan polemik. Pasalnya, para nelayan saat ini masih merasa kebingungan terkait penggunaan alat tangkap ikan. Dan sampai saat ini para nelayan masih menggunakan alat penangkap ikan berupa cantrang

“Kami bingung pak, apa saja yang diperbolehkan dan apa saja yang tidak. Sebab saat ini kami masih menggunakan cantrang” ujar salah satu nelayan, kepada awak media.com, di Kampoeng Ulu Nipa, Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Minggu, (18/2/2018)

Ketua YLBH BK Bulukumba bersama Kapolres Bone

Melaui Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Kabupaten Bone, Hardin, S.si, S.pd, M.pd, mengaku sudah meminta bantuan hukum kepada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bhakti Keadilan, agar memberikan pendampingan terkait larangan itu sebagaimana yang di tegaskan dalam aturan Permen tersebut

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bhakti Keadilan (YLBH BK) Bulukumba, Andi Raja Nasution, SH, mengatakan, bahwa persoalan itu, ia bersama Timnya sudah mendatangi nelayan yang berada di Kampoeng Ulu Nipa, Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone

Dalam pertemuan itu, Andi Raja Nasution, SH, mendengarkan langsung kronologis permasalahan pada nelayan, termasuk banyaknya oknum-oknum yang memanfaatkan nelayan tersebut

“Banyak para oknum yang memanfaatkan nelayan itu” pungkasnya Andi Raja

Tidak hanya itu, Andi Raja Nasution juga menyampaikan bahwa ia sudah menemui langsung Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, SH, S.Ik, M.Si, Minggu, (18/2/2018) siang tadi

“Kapolres menyampaikan bahwa beliau akan menindak tegas anggotanya yang tidak berjalan sesuai aturan yang ada, hal mana menurut beliau telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada beberapa nelayan di Kabupaten Bone atas pemakaian alat penangkap ikan berupa cantrang

Pihaknya juga tidak akan melakukan penindakan sepanjang tidak ada keributan antara para nelayan. Dan hal ini pula telah di sampaikan oleh bapak presiden dan bapak kapolri agar tidak memberikan tindakan sebelum ada kepastian hukum atas permen tersebut” kata Andi Raja kepada awak media.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.