Ambulance PKM Lakawali diduga Kehabisan BBM, 2 kali Parkir Dijalan. :Beli BBMnya Pakai Uang Curung curung.

  • Whatsapp

Infoindonesianews.com-SulSel, Luwu Timur- Ditemukannya Ambulans terpangkir cantik dijalan poros trans sulawesi dari arah Lakawali menuju Angkona, Kecamatan Malili, Luwu Timur dengan Nopol DP 8100 G diketahui milik Puskesmas Lakawali itu diduga mogok. Minggu (29/4)

Mobil Orange bertuliskan Puskesmas Keliling tersebut jalan ditempat karena kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM,red) sekira 15 menit pasca meninggalkan PKM Lakawali menuju PKM Angkona untuk mengantar pasien rujukan Ibu dan Anak yang diketahui diduga terserang penyakit DBD dan Tipes serta dua orang suster perawat.

Bacaan Lainnya

“Tadi siang sepulang Jelajah 3 Kecamatan, Om Botak Ketemu Ambulans Puskesmas Lakawali DP  8100 G Yang memuat 2 pasien Rujukan (Ibu dan Anak) lagi Mogok dijalan. Habis BBM nya… Luar biasa ini Dinas Kesehatan Sepelekan hal seperti ini. Kalau begini terus, ada nanti itu pasien di rujuk meninggal gara² Habis BBM Ambulans yang dipakai merujuk…..

Tolong DPRD Hearing ini kadis Kesehatan dan kepala PKM Lakawali. kenapa ada terjadi seperti ini…. Jangan sampai nanti ada korban baru terbuka semua matanya.

Apakah BBM Ambulans tidak dianggarkan??

Apakah dianggarkan ji tapi ada yang tilep??,”tulis Ketua Pospera Lutim, Erwin R Sandi dikolom status Akun Facebook pribadinya.

Sementara itu, kejadian bermula saat ambulans milik PKM Lakawali hendak mengantar pasien rawat inap ke PKM Angkona dikarenakan Puskesmas Lakawali belum memiliki ruang rawat inap. Tak jauh dari tempat ia bekerja sekira berjarak 1 Kilometer, sopir  bernama Agus menghentikan kendaraannya dikarenakan kehabisan BBM.

“Puskesmas Lakawali belum punya ruang rawat inap jadi pasien yang rawat inap kita rujuk ke puskesmas Angkona. Setelah kami berangkat tau-taunya BBMnya habis ya untung saja ada perawat yang ikut dan pinjam uang pribadinya buat beli bensin ” cetus Agus.

Sementara itu Kordinator Puskesmas Lakawali Hasna S. Kep, NS mengatakan hal berbeda, saat tim media melakukan wawancara ia mengatakan bahwa iya memang betul ambulans kami sempat berhenti 2 kali,  itu dikarenakan lampu bbmnya kedap kedip,  jadi sang sopir ganti (sopir shif 2) takut meneruskan perjalanan karena nanti mobil ada apa apanya.

Kordinator puskesmas juga membahkan bahwa klo rujukan antar puskesmas ke puskesmas itu tidak ada biaya operasionalnya, makanya kami curung curung (patungan) untuk membiayai pembeli bensinnya,  “ujar Hasna.

Sampai berita ini ditayangkan sang sopir belum bisa kami lakukukan konfirmasi, karena kemarin pada waktu tim melakukan konfirmasi ke PKM Lakawali sopir tidak masuk kerja.

(Andi Zachril/Andi Ade)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.