‘Ada Pembiaran’ Rokok Pita Cukai Palsu Beredar di Pasaran, Disinyalir Ada Oknum Bermain

  • Whatsapp
Ilustrasi

Kartumerahnews.com – Peredaran rokok bermotif pita cukai palsu marak di sejumlah kota dan daerah, seperti Parepare, Polman, Majene dan Mamuju

Temuan pita cukai palsu ini diungkapkan oleh Ketua DPP LSM Lembaga Kajian dan Analisa Jaringan Independen (KAJI), Rangga.

Tak hanya itu, Rangga menduga peredaran pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya tersebut, diduga ada oknum yang bermain

Oknum tersebut kata Rangga, tidak lain dari petugas bea cukai Kota Parepare itu sendiri, hal demikian itu terjadi karena adanya pembiaraan tanpa adanya penindakan

“Jadi kami menduga adanya pembiaraan, sehingga memberi keuntungan oknum yang terlibat dalam peredaran rokok pita cukai palsu itu hingga ke pelosok-pelosok kampung yang tidak dijangkau oleh petugas,” ujar Rangga dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Sabtu (21/3/2020)

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Kota Parepare, Nugroho Widiyarto melalui Kasi Humas, Suparji yang dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, bahwa petugas sudah semaksimal mungkin melakukan penindakan

“Wilayah kerja Bea Cukai Kota Parepare memiliki kewenangan di 12 Kabupaten dan petugas Bea Cukai Parepare sudah berupaya melaksanakan tugas dengan memaksimalkan pencegahan dan penindakan rokok yang beredar tidak sesuai peruntukan pita cukai,” kata Suparji.

Dia menjelaskan, bahwa tak bisa dipungkiri bahwa maraknya peredaran rokok miring berbagai merek di wilayah kerjanya memang marak terjadi

“Namun petugas Bea Cukai Kota Parepare melalui Kasi P2 (Penindakan dan Pencegahan) terus melakukan penindakan dan penangkapan barang bukti” kata dia

Dalam 3 bulan terakhir terhitung Januari 2020 petugas berhasil menangkap barang bukti dengan pelanggaran rokok pita cukai palsu

Pita bekas dan pita tidak sesuai peruntukan dengan 46 kali penangkapan dengan jumlah 144.000 batang dengan kerugian ditaksir sekitar Rp147 Juta

“Jadi tak benar kalau ada oknum petugas Bea Cukai Parepare sebagai beking atau penyalur rokok, karena kita selalu koordinasi dengan petugas Kanwil Sulsel kalau ada oknum terlibat, kalau pun ada, pasti kami proses sesuai aturan yang berlaku” tandasnya

(Dani/RD)

Pos terkait