Ada Kesan Kemunduran Demokrasi, Bersama Koalisi Rakyat Danny Harus Selamatkan Makassar

  • Whatsapp

Pilwali Makassar menjadi perbincangan nasional, bagaimana tidak calon Wali Kota petahana Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) terkasan terus diadang.

Meski sudah ditetapkan sebagai pasangan calon, akan tetapi hasil dari proses hukum, sehingga pasangan ini terancam didiskualifikasi. Setelah bersengketa di Panwas yang dimenangkan KPU, kemudian berlanjut di PT TUN dan final di Mahkama Agung (MA). Hasilnya menguatkan putusan PT TUN dengan amar putusan mendiskualifikasi pasangan usungan koalisi rakyat ini.

Sejumlah spekulasi dan penilaian publik mulai bermunculan pasca putusan MA. Tidak sedikit diantaranya menilai bahwa Pilwali Makassar tahun ini adalah presedent buruk terhadap sejarah demokrasi langsung di negeri ini.

Sehingga wajar saja jika Danny-Indira terus melakukan perjuangan untuk mengembalikan demokrasi kepada khittanya. Bersama koalisi rakyat, pasangan yang menggunakan tagline “Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi” ini akan terus melakukan upaya.

Baca Juga : Apapun Putusan MA, Ribuan Warga dan Pendukung Siap Jemput Danny di Bandara

Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya peluang dan kemungkinan Danny-Indira melakukan upaya hukum masih terbuka. Jika dirinya didiskualifikasi, sebagai orang dirugikan memiliki ruang untuk keberatan atau mengajukan gugatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.